TPT Banten Capai 6,64 Persen, Pasar Kerja Belum Mampu Serap Angkatan Kerja Secara Optimal

Banten, Ekonomi, Nasional63 Dilihat

matabangsa.com – Banten | BPS Banten merilis data terbaru terkait kondisi ketenagakerjaan. Dalam laporannya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi tersebut mencapai 6,64 persen. Angka ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja.

TPAK Banten yang mencapai 65,93 persen menandakan tingkat kesiapan kerja penduduk cukup tinggi. Namun pasar kerja belum sepenuhnya mampu menyediakan peluang yang memadai. Hal ini berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Selain itu, jumlah penduduk miskin di Banten masih berada pada angka 772.720 orang atau 5,63 persen dari total populasi. Ketimpangan pendapatan ditunjukkan oleh Gini Ratio sebesar 0,33. Kondisi ini menjadi indikator bahwa penyebaran kesejahteraan belum merata.

Inflasi Banten yang berada pada level 0,57 persen menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok. IHK sebesar 108,51 menggambarkan daya beli masyarakat masih cukup terjaga meski pertumbuhan ekonomi melambat.

Pertumbuhan ekonomi Banten hanya mencapai 1,39 persen. Angka ini dinilai lambat mengingat potensi besar provinsi tersebut dalam sektor industri dan perdagangan. PDRB ADHB tercatat Rp232.230,1 miliar dan ADHK Rp139.125,36 miliar.

Kepadatan penduduk yang mencapai 1.329 jiwa per km² menjadi tantangan tersendiri bagi ketersediaan lapangan kerja. Dengan jumlah penduduk 12,43 juta jiwa, tekanan terhadap sektor ketenagakerjaan semakin besar setiap tahun.

Rasio jenis kelamin 103,44 menggambarkan komposisi penduduk laki-laki lebih dominan. Dominasi ini berdampak langsung pada struktur pasar kerja dan persaingan dalam mendapatkan pekerjaan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten sebesar 76,35 menunjukkan peningkatan kualitas hidup penduduk. Namun peningkatan ini harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Umur harapan hidup yang mencapai 74,97 tahun menunjukkan peningkatan akses kesehatan dan nutrisi masyarakat. Ini berdampak positif pada produktivitas tenaga kerja.

Dari sektor pertanian, Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) berada pada angka 126,53, sedangkan Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) mencapai 141,81. Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 112,07 menunjukkan sektor pertanian masih relatif menguntungkan.

Di sektor perdagangan internasional, Banten mencatat nilai ekspor sebesar 1.121,75 juta dolar AS dan impor mencapai 3.418,87 juta dolar AS. Neraca perdagangan masih defisit, menandakan ketergantungan pada bahan baku industri.

Pemerintah daerah diharapkan mempercepat program penciptaan lapangan kerja, peningkatan skill tenaga kerja, dan investasi industri guna menekan angka pengangguran secara signifikan.(***)

Tags: #PengangguranBanten, #TPP, #PasarKerja, #BPSSumatera, #EkonomiDaerah, #PDRBBanten, #NTPBanten, #KemiskinanBanten, #DataResmiBPS,

Caption Foto: Pencari kerja antre dalam kegiatan bursa kerja di Provinsi Banten. Screenshot BPS Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *