Ketua Umum Barisan Pemuda Karo se-Indonesia Jesayas Tarigan Minta Warga Sumut Berfikir Positif Sikapi OTT TOP, Serahkan Prosesnya Kepada KPK

Medan41 Dilihat

Isi Konten

  • Barisan Pemuda Karo Ajak Masyarakat Positif Menyikapi OTT TOP
  • Jesayas Tarigan: Serahkan Prosesnya Kepada KPK, Kita Juga Belum Tentu Bersih
  • Jangan terlalu menyudutkan atau menghakimi, kita ini manusia beretika dan berakhlak
  • Pemprov maupun Pemda professional dalam menetapkan rekanan dalam tender proyek
  • Jesayas meminta masyarakat tidak boleh asal bicara
  • Ada tiga orang etnis Karo menjadi pejabat

matabangsa.com – Medan:  Ketua Umum Barisan Pemuda Karo se Indonesia, Jesayas Tarigan mengajak semua pihak, khususnya masyarakat Karo berfikir positif menanggapi penangkapan OTT KPK terhadap Kadis PUPR Sumut non aktif TOP. Tugas yang diemban pejabat terlebih ditugaskan atasan harus dikerjakan maksimal. Kejadian OTT terhadap TOP, Kamis (26/6/2025) mungkin ada kesilapan atau kesalahan, karena namanya manusia tidak ada yang sempurna.

“Saya sebagai pimpinan organisasi berharap, jangan terlalu menyudutkan atau menghakimi, kita ini manusia beretika dan berakhlak, harus dikedepankan asas praduga tak bersalah. Jangan terlalu menyudutkan, kita juga belum tentu bersih, kan sedang dalam proses hukum, kerja KPK kita dukung,” kata Jesayas Tarigan kepada wartawan, Minggu (13/7/2025).

Dikatakan Jesayas, korupsi memang harus diberantas dan tidak ada tawar menawar. Perkara yang menimpa TOP yang menentukan adalah penegak hukum, kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka tentu diserahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Semua orang setuju apa yang dilakukan KPK dalam memberantas korupsi, agar pemerintahan berjalan lebih baik.

“Saya berharap kepada pejabat seluruh kabupaten-kota yang bekerja di instansi pemerintahan agar jangan lagi korupsi, harus bersih-bersih. Ini menjadi sinyal kepada kepala daerah khususnya di Sumut agar tidak melakukan korupsi, gunakanlah anggaran itu sebaik mungkin,” ucapnya.

Dia juga berharap, Pemprov maupun Pemda professional dalam menetapkan rekanan dalam tender proyek. Tidak hanya karena ada kedekatan sehingga menetapkan perusahaan yang tidak professional, ini akan membahayakan kepala daerah.

Sebagai Ketua Barisan Pemuda Karo, Jesayas meminta masyarakat tidak boleh asal bicara, karena itu adalah ranah penegak hukum. Masyarakat bisa mengamati dan mengikuti perkembangan proses hukumnya dan hasilnya menjadi jawaban apa yang menjadi kerisauan orang banyak.

 

*Bangga Kepada Gubernur Bobby Nasution

Jesayas Tarigan juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Gubernur Bobby Nasution, sejak masih Wali Kota Medan, ada tiga orang etnis Karo menjadi pejabat yakni Topan Obaja Putra Ginting Kadis SDABMBK (Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) atau Kadis PU yang merangkap menjadi Pj Sekda. Kemudian Alexander Sinulingga jadi Kadis Perkim dan Gelora Ginting Kadis Ketahanan Pangan.

Hal ini menurut Jesayas membuktikan hubungan Bobby Nasution dengan suku Karo cukup dekat. Setelah jadi Gubernur Sumut, Bobby Nasution menarik Topan Ginting Obaja Ginting jadi Kadis PUPR dan Alexander Sinulingga jadi Kadis Pendidikan. Berarti keduanya memiliki kemampuan yang baik, bisa menterjemahkan apa yang menjadi harapan gunbernur.

“Kader-kader muda Karo seperti ini adalah asset luar biasa, saya sangat berterima kasih kepada Bobby Nasution yang mempercaya putra Karo menduduki jabatan penting di Pemko Medan di Pemprov Sumut yang selama ini tidak pernah terjadi. Mereka diberdayakan karena kemampuannya, bukan karena sesuatu,” ungkapnya.

Keperdulian Topan Ginting dan Alexander Sinulingga terhadap masyarakat Karo kata Jesayas tidak diragukan. Kalaupun ada pihak-pihak mengatakan Topan dan Alexander tidak perduli terhadap Karo, mungkin mereka pihak-pihak yang bisanya cuma menghujat dan mengkritik. Bukan melihat apa yang sudah dilakukan kedua putra terbaik Karo tersebut.

“Saya belum kenal dekat dengan beliau, tapi saya amati perjalanan, kinerja dan perhatian beliau terhadap masyarakat Karo saya apresiasi. Saya senang dan bangga dengan beliau, tapi yang namanya manusia, ada kesilapan dan kesalahan, itulah godaan godaan ketika kita punya jabatan sehingga tersandung hukum, makanya harus dijaga,” tuturnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *