Pertemuan Berjalan Alot, Bupati Minta Exit Tol Digeser

Matabangsa12 Dilihat

Matabangsa.comTulungagung: Pertemuan Berjalan Alot, Bupati Minta Exit Tol Digeser. Pembangunan tol Tulungagung-Kediri direncanakan mulai dikerjakan tahun 2023 mendatang, namun masih banyak hal yang harus dipertimbangkan matang-matang. Hal ini dilihat dari diskusi yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan pihak pemrakarsa proyek tol, yakni PT. Gudang Garam, Senin (11/04/22) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung tampak masih berjalan alot.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, pihaknya melakukan diskusi dengan pihak pemrakarsa PT. Gudang Garam berkaitan dengan pembahasan lebih lanjut mengenai penetapan lokasi (Penlok).

“Kami membahas penetapan lokasi,” kata Maryoto.

Maryoto menjelaskan pembahasan penetapan lokasi (Penlok) itu lebih dititikberatkan mengenai Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari pengerjaan proyek jalan tol Tulungagung – Kediri. Mulai dari kegiatan pemanfaatan lahan dan jalur keluar tol.

“Memang jalan tol ini sangat diperlukan oleh masyarakat,” kata Maryoto.

Disinggung soal, diskusi yang berjalan alot saat membahas jalan keluar tol. Maryoto mengungkapkan, bahwa pihaknya menginginkan agar jalur keluar tol tersebut digeser.

“Karena kami ingin tidak mengenai hunian warga, saya harap digeser 100 meter ke arah utara,” tegasnya.

Jalan keluar tol yang diinginkan digeser tersebut, terletak di Desa Sembon Kecamatan Karangrejo.

Maryoto menuturkan, pertimbangan lain terkait permintaannya adalah untuk mengindari kemacetan ketika tol tersebut telah selesai dibangun.

“Jalur keluar itu kan menghubungkan antar kabupaten. Jadi harus diantisipasi dampaknya,” harap Maryoto.

Sementara itu, perwakilan pemrakarsa PT. Gudang Garam proyek jalan tol Tulungagung-Kediri, Roby menambahkan, untuk kepastian penetapan lokasi yang lebih jelas pihaknya menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk penetapan lokasi, kami belum bisa beberkan. Kami masih menunggu dari Pemprov Jatim,” terang Roby.

Saat dikonfirmasi soal permintaan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo berkaitan dengan pergeseran pintu keluar tol, Roby mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan adanya kajian yang lebih mendalam.(c-git)

X x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *