Matabangsa.com–Tulungagung: Diketahui melalui data tabel pendidikan hari efektif sekolah, hari efektif fakultatif dan hari libur sekolah dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung, menjelang Ramadan tahun 2022 ini peserta didik tingkat TK, SD/MI dan SMP/MTs baik negeri maupun swasta se Tulungagung akan mendapatkan hari libur sebanyak 13 hari yakni 2,4,dan 5 April 2022 merupakan libur awal puasa, 15 April libur hari besar nasional dan 28 April sampai 7 Mei 2022 merupakan libur Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Disdikpora Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara, melalui Sekretaris Disdikpora Syaifudin Juhri, Jumat (01/04/22) mengatakan, pada Ramadan tahun ini peserta didik akan mendapatkan libur sebanyak 13 hari, rincian nya yakni pada tanggal 2, 4, dan 5 April peserta didik akan libur permulaan puasa, kemudian pada 15 April libur hari besar nasional dan pada 28 April hingga 7 Mei 2022 adalah libur Hari Raya Idul Fitri.
Sedangkan untuk pembelajaran siswa selama bulan suci Ramadan ini, pihak sekolah berhak menentukan sistem nya sendiri.
Syaifudin menambahkan, latar belakang pemberlakuan pembelajaran selama Ramadan ini harus berupa pembentukan karakter siswa, dan Disdikpora akan merundingkan dengan Kementrian Agama (Kemenag) Tulungagung terkait panduan sistem pembelajaran selama Ramadan ini.
“Hingga kini pihak Kemenag Tulungagung juga masih belum mengkonfirmasi terkait pemberlakuan sistem belajar siswa pada bulan puasa ini, tapi kalau untuk porsi hari liburnya sudah jelas di kalender pendidikan,” jelas Syaifudin.
Syaifudin mengatakan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim khususnya peserta didik, untuk itu pembentukan karakter peserta didik selama bulan puasa diharapkan bisa bertranformasi dari kebiasaan yang kurang baik menjadi kebiasaan yang lebih baik dalam keseharian siswa. Sedangkan untuk konten pembelajaran diserahkan kepada lembaga sekolah dan pihak sekolah dapat menyusun sendiri dengan guru bimbingan konseling dan guru agama serta kepala sekolah.
“Pembelajaran selama bulan Ramadhan ini nanti bisa berbentuk Pondok Ramadan ataupun sosial keagamaan lain, yang intinya harus berlatar belakang pembentukan karakter peserta didik, karena dengan sudah di terapkan nya Kurikulum Merdeka, pihak sekolah harus dapat menyesuaikan materi dan isian konten pembelajaran bagi peserta didik nya sendiri,” terang Syaifudin.(c-git)





