Pemerintah Kabupaten Blitar Gelar Musrenbang Serentak Secara Virtual

Matabangsa31 Dilihat

Matabangsa.com- Blitar :
Berpusat di Pendopo Ronggo Hadi Warsito, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang tahun 2023 tingkat kecamatan se-Kabupaten Blitar secara serentak dan musyawarah perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan (Pena Intan) pada Selasa (15/03/22).

Musrenbang ini dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Rini Syarifah, didampingi Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, Sekretaris Daerah Izul Mahrom, kepala OPD, serta tim percepatan pembangunan daerah (TP2D) Kabupaten Blitar.

Dalam sambutan, Bupati Blitar menjelaskan bahwa di tahun 2023 nanti ada lima prioritas pembangunan yang terangkum dalam tema pembangunan kali ini yakni “Pembangunan SDM dan Pengembangan Infrastruktur Perekonomian Berbasis Kawasan”.

Ada 5 program prioritas dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Blitar tersebut antara lain, peningkatan akses pelayanan dasar dan penguatan ketahanan sosial,
pengembangan kewirausahaan dan keberdayaan komunitas-komunitas dalam event ekonomi kreatif,
pemantapan tata kelola pemerintahan, penguatan BUMD, dan peningkatan pendapatan daerah,
peningkatan penyediaan akses sarana prasarana penunjang perekonomian dan meningkatkan realisasi investasi pada sektor produktif dan pengembangan pasar produk unggulan.

Untuk mensukseskan hal itu, Bupati Blitar berharap kepada perempuan masa kini harus inspiratif dalam berbagai bidang, memiliki keberanian membangun kepercayaan diri, apalagi dengan kecanggihan tekhnologi saat ini.

“Sehingga, perempuan di Blitar harus bisa menggunakan gadged dengan bijak, tidak hanya existensi diri, namun existensi potensi yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan,” terang Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan melalui Musrenbang kecamatan dan musyawarah Pena Intan, agar semuanya menyepakati program yang benar-benar diperlukan atau diprioritaskan ini.

“Adapun manfaatnya bagi masyarakat luas, tidak hanya untuk kepentingan kelompok atau golongan,” tambahnya.

Rini berpesan kepada seluruh OPD untuk benar-benar mengawal hasil Musrenbang dan musyawarah Pena Intan ini secara serius dan mengakomodir usulan masyarakat sesuai dengan prioritas pembangunan dan ruang lingkup kewenangan pemerintah daerah.

“Saya berpesan kepada seluruh Camat, lurah, kepala desa, utusan perwakilan Musrencam dan forum perempuan, anak, penyandang difabilitas dan kelompok rentan bahwa diperlukan sinergi kolaborasi lintas sektoral, lintas desa, kecamatan untuk menghadapi tantangan masa depan karena kita dituntut untuk mampu melahirkan solusi berbagai persoalan yang ada sehingga bisa merubah kerja yang cepat dan efisien yang berorientasi pada hasil,” harap Bupati.

Soal one produck one village (OPOV), ia berharap agar terus dimaksimalkan. Karena, program ini memperkuat basic dan skala produktifitas level desa dengan menggali potensi kelompok rentan, mendekatkan layanan perijinan dan pembiayaan level desa melalui kerjasama antar desa dengan Bumdes dan Bundesma sebagai motor penggeraknya.

Camat Kademangan Yudha Ismariyanto usai acara Musrenbang mengungkapkan bahwa ada 225 usulan se-Kecamatan Kademangan dari 15 desa yang diusulkan akan tetapi ada 56 usulan yang ditolak oleh OPD.

dan sebanyak 159 usulan diterima. Namun, nantinya tidak semua usulan tersebut dapat direalisasikan. Sebab untuk teknis dari Musrenbang harus disepakati terlebih dahulu secara prioritas.

“Nanti kita akan memilih lima usulan daripada desa dan kelurahan di kecamatan kademangan ditambah lima usulan dari Pena Intan. Tentunya ini sudah kesepakatan. Kalau tidak bisa merata menyeluruh ke desa atau kelurahan, paling tidak usulan ini sudah mencakup supra desa atau antar desa,” terang Yudha.(c-git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *