Harga Perkebunan Rakyat Melemah, NTP Jambi November 2025 Ikut Terkoreksi

Ekonomi, Nasional87 Dilihat

matabangsa.com – Medan : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada November 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,06 persen menjadi 172,67. Salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan tersebut berasal dari melemahnya kinerja subsektor tanaman perkebunan rakyat. Sub sektor ini selama ini dikenal sebagai penopang utama perekonomian pertanian di Jambi.

Subsektor tanaman perkebunan rakyat tercatat mengalami penurunan NTP sebesar 1,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan melemahnya harga jual komoditas unggulan seperti karet dan kelapa sawit rakyat di tingkat petani. Fluktuasi harga pasar global dan penyesuaian permintaan domestik turut memengaruhi kondisi tersebut.

Data BPS Jambi, turunnya harga jual hasil perkebunan berdampak langsung pada Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang secara umum turun sebesar 1,39 persen. It menggambarkan perubahan harga produk pertanian yang dijual petani, sehingga penurunan indeks ini menunjukkan adanya penurunan pendapatan petani perkebunan di Provinsi Jambi.

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada November 2025 juga tercatat turun sebesar 0,34 persen. Penurunan Ib menunjukkan adanya sedikit keringanan biaya konsumsi dan biaya produksi pertanian. Namun, penurunan biaya tersebut belum mampu menutup penurunan pendapatan yang dialami petani akibat melemahnya harga jual.

Selain subsektor perkebunan rakyat, subsektor hortikultura juga mencatat penurunan signifikan sebesar 3,14 persen. Penurunan tajam ini dipicu oleh melimpahnya pasokan hasil panen hortikultura yang tidak seimbang dengan daya serap pasar. Kondisi ini semakin menekan pendapatan petani di wilayah sentra produksi hortikultura.

Subsektor tanaman pangan juga mengalami penurunan NTP sebesar 0,20 persen. Meskipun relatif kecil, penurunan ini tetap berdampak pada petani padi dan palawija. Harga gabah yang bergerak terbatas dan biaya distribusi yang masih tinggi menjadi tantangan utama bagi petani pangan.

Berbeda dengan subsektor lainnya, subsektor peternakan dan perikanan justru menunjukkan tren positif. Kenaikan harga produk ternak dan perikanan meningkatkan pendapatan petani dan nelayan. Permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun turut mendorong kinerja kedua subsektor ini.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi pada November 2025 tercatat sebesar 177,84 atau turun 1,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan NTUP mencerminkan menurunnya kemampuan petani dalam mengembangkan usaha tani akibat berkurangnya keuntungan bersih.

Meski mengalami koreksi bulanan, secara kumulatif Januari hingga November 2025, NTP Provinsi Jambi masih meningkat sebesar 10,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan bahwa subsektor tanaman perkebunan rakyat tetap berperan penting dalam menjaga daya beli petani dalam jangka panjang.(***)

Tags: Perkebunan Rakyat, NTP Jambi, Harga Karet, Sawit Rakyat, Ekonomi Pertanian

Foto Caption: Petani perkebunan rakyat di Jambi memanen hasil kebun di tengah fluktuasi harga komoditas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *