matabangsa.com – Medan : Di tengah penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada November 2025, subsektor peternakan dan perikanan justru menjadi penopang utama. NTP Jambi tercatat sebesar 172,67 atau turun 1,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun kenaikan pada dua subsektor ini mampu menahan penurunan yang lebih dalam.
Kenaikan NTP pada subsektor peternakan dipicu oleh meningkatnya harga jual produk ternak seperti daging, telur, dan susu. Permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun memberikan dampak positif terhadap pendapatan peternak. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang pasar yang masih terbuka bagi subsektor peternakan di Provinsi Jambi.
Data BPS Jambi, subsektor perikanan juga mencatat kinerja positif seiring meningkatnya permintaan ikan segar dan hasil perikanan lainnya. Stabilnya produksi serta harga jual yang relatif baik mendorong pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan. Hal ini menjadi kabar baik di tengah tekanan yang dialami subsektor tanaman.
Sementara itu, subsektor hortikultura mencatat penurunan terdalam sebesar 3,14 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga jual komoditas sayur dan buah akibat pasokan melimpah. Kondisi ini menekan pendapatan petani hortikultura di berbagai daerah di Jambi.
Subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami penurunan NTP sebesar 1,08 persen. Fluktuasi harga karet dan kelapa sawit rakyat menjadi faktor utama yang memengaruhi pendapatan petani. Penurunan ini berdampak langsung pada Indeks Harga yang Diterima Petani (It).
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) secara keseluruhan turun sebesar 1,39 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,34 persen. Selisih penurunan ini menyebabkan NTP secara umum mengalami kontraksi pada November 2025.
Subsektor tanaman pangan juga mengalami penurunan ringan sebesar 0,20 persen. Harga gabah yang relatif stagnan serta tantangan distribusi masih menjadi kendala utama bagi petani pangan dalam meningkatkan pendapatan.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi tercatat sebesar 177,84 atau turun 1,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan NTUP menunjukkan berkurangnya kemampuan petani dalam menambah modal usaha dan melakukan pengembangan usaha tani.
Meski demikian, secara kumulatif Januari hingga November 2025, NTP Provinsi Jambi masih meningkat sebesar 10,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor peternakan dan perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi petani Jambi.(***)
Tags: Peternakan Jambi, Perikanan Jambi, NTP Jambi, Ekonomi Desa, Statistik Pertanian
Foto Caption: Aktivitas peternak dan nelayan di Jambi yang menjadi penopang ekonomi pertanian daerah.






