Nostalgia : Alasan Absennya Sneijder Dari Top 3 Ballon D’Or 2010

Matabangsa18 Dilihat

Matabangsa : Jadi pertanyaan besar apa yang membuat gelandang Inter itu tak bisa masuk dalam daftar tiga terbaik Ballon d’Or.

Wesley Sneijder. Siapa yang tak kenal pemain ini. Dia adalah aktor utama yang membawa Inter meraih tiga gelar juara bergengsi musim lalu, Liga Champions, Serie A dan Coppa Italia.

Sukses itu dilanjutkannya dengan mengantar Belanda ke babak final Piala Dunia 2010. Hanya saja, di laga puncak, timnya tak beruntung dan harus puas hanya menjadi runner up setelah takluk dari Spanyol.

Namun demikian, dengan apa yang sudah ditunjukkan Sneijder sepanjang Januari hingga Juli, dia layak dimasukkan dalam daftar kandidat pemain terbaik 2010.

Benar saja, dalam daftar kandidat peraih Ballon d’Or 2010, namanya masuk di antara pemain-pemain terbaik dunia tahun ini. Namun yang mengejutkan, dalam sesi penyaringan terakhir, tak ada nama Sneijder dalam daftar kandidat tiga besar.

Ya, dari rilis FIFA, tiga nominasi peraih Ballon d’Or berasal dari pemain Barcelona, Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Yang kemudian jadi pertanyaan, apakah benar penampilan dan kontribusi Sneijder di tahun 2010 tak lebih baik dari tiga pemain tersebut.

Sebelum Juli, Sneijder memang tampil memesona. Merujuk pada list Castrol Index misalnya, grafik penampilannya terus menanjak dan baru menurun di bulan Oktober. Saat ini Sneijder berperingkat 95 dengan 694 angka.

Khusus di Piala Dunia 2010, Sneijder bahkan masuk dalam daftar sepuluh pemain terbaik versi Castrol Index. Dia menduduki ranking tujuh dengan index 9,56.

Jika dibandingkan dengan posisi Messi, Iniesta dan Xavi, posisi Sneijder jauh lebih baik. Bahkan ketiga pemain Barcelona itu tak masuk dalam jajaran sepuluh pemain terbaik Castrol Index khusus Piala Dunia itu.

Dalam daftar GOAL.com 50 yang digagas usai Piala Dunia 2010 rampung juga menempatkan Sneijder sebagai yang terbaik di antara yang terbaik. Hampir semua jurnalis kawakan GOAL.com Indonesia setuju dengan hal itu dan memberikan poin tinggi untuk pemain asal Belanda ini. Perolehan poin dan posisi Sneijder mengungguli finalis Ballon d’Or itu, meski tidak dalam rentang jarak yang jauh.

Dan sekali lagi, tidak masuknya Sneijder dalam daftar finalis Ballon d’Or membuat banyak pihak dahinya terkernyit tanda heran. FIFA dinilai telah melakukan blunder.

Tapi benarkah demikian? Apakah memang Sneijder tak cukup layak masuk dalam daftar finalis Ballon d’Or tahun ini?

Melihat penampilan Sneijder di musim lalu, tidak ada yang menyangkal jika dia memang tampil bagus. Tiga gelar juara bersama Inter dan membawa Belanda menjadi finalis Piala Dunia 2010 bisa menjadi bukti.

Hanya saja, setelah Piala Dunia 2010 rampung, grafik penampilan Sneijder tak lagi sebagus musim lalu. Banyak hal yang melatarbelakangi situasi ini, mulai dari strategi pelatih baru Inter Rafael Benitez yang turut menutup atau sekadar menghalangi kecemerlangan dan penampilan juga kontribusi maksimal untuk Inter, atau masalah cedera yang kerap menghadangnya.

Alhasil, Inter pun turut jeblok performanya, baik di kompetisi domestik Serie A dan kancah Liga Champions. Peluang untuk bisa mempertahankan gelar pun terancam karenanya.

Sebaliknya, performa Messi, Xavi dan Iniesta cenderung stabil di jajaran papan atas di sepanjang 2010, termasuk setelah Piala Dunia 2010 rampung. Messi tetap menjaga konsistensinya di puncak Castrol Index. Demikian juga Xavi dan Iniesta.

Tiga pemain itu juga memiliki andil besar membawa Barcelona kembali memuncaki klasemen La Liga Spanyol dan lolos ke 16 besar Liga Champions. Di level internasional, Messi, Iniesta dan Xavi juga masih memberi kontribusi yang sama baiknya.

Dan juga, FIFA biasa memberikan yang penghargaan yang terbaik kepada mereka yang sudah memberikan gelar di turnamen terbesar setiap tahunnya, Piala Dunia 2010. Fabio Cannavaro di tahun 2 bisa diambil sebagai contoh.

Jika sudah begini, sepertinya lumrah jika tak ada Sneijder di daftar tiga finalis peraih Ballon d’Or 2010, benar begitu?

Artikel ini telah tayang di Goal.com dengan judul : FOKUS Ballon d’Or: Apa Yang Kurang Dari Sneijder?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *