Matabangsa.com – Medan: Di tengah hebohnya isu lama yang kembali diungkit-ungkit soal keaslian ijazah Presiden Jokowi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara angkat suara. Mereka tegas mengatakan: stop terhasut, move on ke hal-hal yang lebih penting buat masa depan bangsa!
Ketua DPW PSI Sumut, HM Nezar Djoeli, S.T., mendukung penuh langkah cepat Ketua PSI NTB 2019–2024, Dian Sandi Utama, yang blak-blakan membela kebenaran soal ijazah Jokowi. “Kita di Sumut sepenuhnya mendukung Bro Dian. Sudah saatnya rakyat Indonesia nggak lagi diseret-seret dalam isu lama yang nggak berdasar,” ujar Nezar, Jumat 30 Mei 2025.
Menurut Nezar, Pak Jokowi itu sudah dua periode jadi Presiden, dan pengabdian beliau nggak main-main. “Kalau cuma gara-gara ijazah lalu orang jadi lupa semua yang sudah dilakukan Pak Jokowi, itu namanya lupa daratan,” katanya sambil tersenyum miris.
Nezar juga menambahkan, ijazah itu bukan hal sepele yang bisa dipalsukan sembarangan. “Coba bandingkan pengorbanan dan pengabdiannya selama ini, sungguh menyedihkan kalau beliau masih terus difitnah dengan isu semacam ini,” lanjutnya.
Ia pun mengungkapkan isi percakapan dengan Dian Sandi Utama. Menurutnya, Bro Dian sempat menyampaikan kekhawatiran besar usai dipanggil Pak Jokowi beberapa hari lalu. “Ada dugaan grand design besar yang sengaja diciptakan untuk memecah belah bangsa ini. Dan isu ijazah ini jadi salah satu alatnya,” ungkap Nezar.
Yang bikin Nezar makin heran, meski pihak kepolisian sudah menyatakan ijazah Jokowi itu asli, dan survei juga menunjukkan hampir 70% masyarakat percaya itu sah, tapi masih aja ada kelompok yang ngeyel. “Ini bukan lagi soal Jokowi, tapi soal kestabilan bangsa. Bahkan bisa berimbas ke Pak Prabowo juga,” ucapnya.
Nezar menilai, kelompok kecil ini tujuannya jelas: menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemimpin nasional. “Padahal mereka itu-itu aja orangnya. Ya kita semua tau lah siapa mereka, cuma kita nggak usah sebut nama,” sindirnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan memecah belah bangsa seperti ini bisa merusak cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. “Kalau terus begini, kita malah kehabisan energi untuk hal-hal yang nggak produktif,” tambahnya.
Tapi Nezar optimistis, Presiden Prabowo akan jadi pemersatu. “Saya yakin beliau akan rangkul semua pihak yang punya kapabilitas dan komitmen membangun bangsa, bukan yang doyan bikin gaduh,” ujarnya mantap.
Sebagai penutup, Nezar bilang PSI Sumut siap berdiri di garis depan membela kebenaran. “Kami bangga dengan gerak cepat Bro Dian, dan kami merasa berkewajiban menyampaikan ini ke rakyat Indonesia. Jangan biarkan propaganda murahan merusak persatuan kita,” tutup Nezar.
Nezar berpesan fokus sama yang penting-penting aja. Udah saatnya kita bareng-bareng jaga persatuan, bukan ikut-ikutan drama lama yang nggak jelas ujungnya.(Dave)






