Raih Penghargaan Internasional, Program CKG Dinilai Bukti Reformasi Kesehatan Indonesia Diakui Dunia

Nasional0 Dilihat

 

 

JAKARTA, 9 Maret 2026 – Analis kebijakan publik Riski Agussalim Siregar menyampaikan apresiasi atas capaian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama program Cek Kesehatan Gratis (CKG) meraih penghargaan internasional pada ajang inovasi sektor publik di Singapura.

Menurut Riski, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa transformasi kebijakan kesehatan yang sedang dijalankan pemerintah Indonesia mulai mendapatkan pengakuan di tingkat global, terutama dalam hal penguatan layanan kesehatan preventif dan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem kesehatan nasional.

“Penghargaan ini menjadi indikator bahwa kebijakan kesehatan Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih progresif. Program CKG menunjukkan bagaimana negara hadir untuk memastikan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat secara lebih luas dan sistematis,” ujar Riski dalam keterangannya kepada media, Senin (9/3/2026).

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperoleh penghargaan Special Mention dalam Festival of Innovation Award 2026 yang diselenggarakan oleh GovInsider di Singapura. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan transformasi digital kesehatan melalui ekosistem SATUSEHAT serta inovasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang memperluas layanan deteksi dini bagi masyarakat.

Sebagai analis kebijakan publik, Riski menilai pendekatan yang diambil pemerintah melalui program CKG merupakan langkah strategis dalam memperkuat paradigma kesehatan preventif di Indonesia. Selama ini, sistem kesehatan cenderung lebih berfokus pada pengobatan setelah masyarakat sakit, sementara pendekatan pencegahan sering kali belum menjadi prioritas utama.

“Dengan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis yang terstruktur dan berbasis data, pemerintah dapat mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada efisiensi pembiayaan sistem kesehatan nasional di masa depan,” kata dia.

Riski menambahkan bahwa integrasi data kesehatan melalui platform SATUSEHAT juga menjadi elemen penting dalam modernisasi sistem kesehatan nasional. Integrasi tersebut memungkinkan pemerintah membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Ia berharap penghargaan internasional tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus memperkuat transformasi kebijakan kesehatan, sekaligus memastikan bahwa inovasi layanan kesehatan benar-benar menjangkkau masyarakat hingga ke daerah terpencil.

“Pengakuan internasional tentu membanggakan, tetapi yang paling penting adalah memastikan manfaat kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Program CKG harus terus diperluas agar menjadi fondasi kuat bagi sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Riski.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *