matabangsa.com-Medan: Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan lele serta panen jagung sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Medan, kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan petugas pembinaan serta WBP yang tergabung dalam program kemandirian. Penebaran benih ikan lele dilakukan pada kolam budidaya yang telah dipersiapkan, sementara panen jagung dilaksanakan di lahan pertanian yang dikelola secara mandiri oleh WBP.
Sebanyak 11.000 benih ikan lele ditebar sebagai langkah awal dalam pengembangan budidaya perikanan di lingkungan Lapas. Selain itu, kegiatan panen jagung menghasilkan sebanyak 100 kilogram jagung yang merupakan hasil kerja keras dan pembinaan berkelanjutan kepada WBP dalam bidang pertanian.
Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis di bidang perikanan dan pertanian, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi WBP setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas I Medan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata tema nasional HBP ke-62, “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, sekaligus bentuk optimalisasi pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.
Program pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan, khususnya dalam menciptakan peluang usaha dan kemandirian ekonomi setelah menjalani masa pidana.
Melalui momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini, Lapas Kelas I Medan terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dengan memanfaatkan potensi yang ada, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan pemasyarakatan yang produktif dan berdampak positif.
Kegiatan selanjutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan program serta peningkatan hasil yang lebih optimal di masa mendatang.
Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan WBP, demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.






