Rakornis PKK Asahan Digelar, Bukti Bahwa Semangat Ibu-Ibu Bisa Mengalahkan Panjangnya Agenda Rapat

Asahan1 Dilihat

matabangsa.com – Asahan : Di negeri yang rapatnya lebih teratur daripada jadwal minum kopi pegawai, Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan kembali menjadi saksi berkumpulnya para pejuang administrasi keluarga: Tim Penggerak PKK. Kamis pagi itu, Wakil Bupati Asahan Rianto resmi membuka Rakornis TP PKK Kabupaten Asahan bersama TP PKK Kecamatan hingga Desa/Kelurahan. Sebuah acara yang membuktikan bahwa koordinasi di negeri ini kadang membutuhkan lebih banyak kursi daripada pertandingan futsal antar kampung.

Sebelum rapat dimulai, suasana sempat berubah seperti acara penghargaan tahunan. Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Yusnila Indriati Taufik melantik 16 Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Asahan. Pelantikan ini berdasarkan keputusan resmi yang nomor suratnya cukup panjang untuk membuat peserta otomatis mengangguk serius meski belum tentu semuanya hafal isi lampirannya.

Para tamu yang hadir pun lengkap. Dari OPD, camat, staf ahli, hingga kader PKK desa dan kelurahan berkumpul rapi. Kalau semua semangat yang hadir pagi itu bisa diubah menjadi listrik, mungkin satu kecamatan sudah bisa hidup tanpa genset selama seminggu.

Dalam sambutannya, Ny. Yusnila menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang terus aktif menjalankan program pemberdayaan keluarga. Sebab di balik lomba administrasi, PAAR, hingga UP2K, ada perjuangan panjang ibu-ibu yang kadang lebih sibuk mengurus laporan daripada mengurus sinetron favorit sore hari.

Beliau juga mengingatkan bahwa gerakan PKK telah menyentuh seluruh elemen keluarga. Dari orang tua yang mengatur ekonomi rumah tangga sampai anak-anak yang kini tumbuh di era ketika nasihat ibu sering kalah cepat dibanding notifikasi media sosial.

Menariknya lagi, berbagai desa dan kelurahan ikut dalam lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ada lomba tertib administrasi, pola asuh anak, UP2K, hingga AKU HATINYA PKK. Nama program terakhir ini terdengar seperti judul lagu pop religi, padahal isinya soal pemanfaatan halaman rumah untuk kebutuhan pangan keluarga.

Ny. Yusnila berharap seluruh pihak mempersiapkan diri dengan maksimal agar Kabupaten Asahan meraih hasil terbaik. Karena dalam dunia perlombaan PKK, map rapi, tanaman subur, dan buku administrasi lengkap bisa menjadi senjata yang sama pentingnya dengan strategi tim sepak bola menjelang final.

Rakornis ini, menurut beliau, juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan kendala di lapangan. Sebab kadang masalah terbesar di desa bukan kurangnya program, melainkan kurangnya sinyal WhatsApp saat diminta mengirim dokumentasi kegiatan “secepatnya”.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Kalimat ini terdengar formal, tetapi sebenarnya sederhana: tanpa ibu-ibu PKK, banyak program pemerintah mungkin hanya akan berhenti di spanduk dan baliho.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam dan manusia untuk membangun daerah. Sebuah pesan yang terdengar bijak, meski sebagian peserta mungkin dalam hati tetap memikirkan satu hal paling penting setelah rapat selesai: “Nanti makannya apa?”

Pada akhirnya, Rakornis ini bukan sekadar acara seremonial dengan sambutan panjang dan tepuk tangan bergelombang. Ini adalah pengingat bahwa pembangunan daerah sering kali bergerak diam-diam lewat tangan-tangan ibu PKK yang setia mengurus keluarga, lingkungan, administrasi, sampai lomba, tanpa pernah meminta trending topic di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *