Dari Luka Menuju Harapan, Drama Kolosal SANIPODA Binaan PT Agincourt Resources Guncang PRSU

Dari Luka Menuju Harapan, Drama Kolosal SANIPODA Binaan PT Agincourt Resources Guncang PRSU

Medan — Ribuan pasang mata dibuat terpaku. Suasana riuh Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 mendadak berubah hening ketika denting musik tradisional perlahan mengalun dari Panggung Keong, Sabtu (4/7/2026) malam.

Beberapa saat kemudian, tepuk tangan panjang bergemuruh, mengiringi berakhirnya drama tari kolosal “Sinergi Kuat: Tapsel Bangkit” yang dipersembahkan SANIPODA (Sanggar Seni Sopo Daganak), binaan PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe.

Malam itu bukan sekadar pertunjukan seni.

Ia menjelma menjadi ruang kolektif untuk mengenang luka, menyaksikan ketegaran, sekaligus merayakan kebangkitan masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan setelah diterpa bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada penghujung 2025.

Melalui puluhan penari muda berbakat putra-putri Tapanuli Selatan, kisah itu mengalir tanpa banyak kata.

Adegan dibuka dengan gambaran kehidupan masyarakat yang damai. Iringan gondang dan tarian tradisional menghadirkan suasana kampung yang tenteram. Namun dalam hitungan detik, irama berubah.

Cahaya panggung meredup. Gerak para penari menjadi kacau, menggambarkan kedahsyatan banjir dan longsor yang memorak-porandakan pemukiman, merenggut harta benda, bahkan nyawa.

Tangis, kepedihan, dan kehilangan tergambar melalui koreografi yang kuat.

Tak sedikit penonton tampak larut dalam suasana. Hening menyelimuti arena ketika para penari menggambarkan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta dan warga yang berusaha menyelamatkan sesama di tengah kepanikan.

*Namun kisah itu tidak berhenti pada duka*

Di tengah suasana kelam, muncul simbol-simbol kebangkitan. Drama menampilkan hadirnya pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha termasuk Agincourt Resources yang bergandengan tangan membantu korban.

Sosok pemimpin daerah H Gus Irawan Pasaribu dan Gubernur Bobby Nasution yang turun langsung ke lokasi bencana, dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga keterlibatan perusahaan melalui aksi kemanusiaan digambarkan sebagai kekuatan yang membangkitkan harapan.

*Pesan yang diusung begitu jelas: tidak ada kebangkitan tanpa sinergi*

Melalui semangat Dalihan Natolu, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha digambarkan saling menguatkan, menghimpun bantuan, memulihkan kehidupan, serta membangun kembali optimisme masyarakat hingga Tapanuli Selatan perlahan bangkit dari masa-masa tersulitnya.

Ketika adegan penutup memperlihatkan Tapanuli Selatan kembali hidup dengan semangat baru, ribuan penonton spontan berdiri memberikan standing ovation. Tepuk tangan bergemuruh memecah malam PRSU, disertai sorak-sorai yang memenuhi arena Panggung Keong.

Drama kolosal itu menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian pada Malam Pagelaran Seni dan Budaya Kabupaten Tapanuli Selatan bertema “Bangkit Lebih Kuat, Pulih Lebih Cepat: Poda Dalihan Natolu Sinergi Tapsel Bangkit.”

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut mengaku bangga atas penampilan SANIPODA.

Menurutnya, karya seni tersebut bukan hanya menghibur, tetapi juga mampu merekam perjalanan masyarakat Tapanuli Selatan menghadapi salah satu bencana terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada PT Agincourt Resources yang selama ini membina SANIPODA sekaligus berpartisipasi aktif memeriahkan PRSU ke-50, baik melalui kehadirannya di paviliun Kabupaten Tapanuli Selatan maupun dukungan terhadap penampilan sanggar seni tersebut.

Tanpa banyak kata, Gus Irawan mengangkat kedua ibu jarinya sambil tersenyum kepada para penampil.

“Luar biasa,” ujarnya singkat kepada wartawan didampingi Dirut PT PPSU Ferry Indra penyelemggara PRSU.

Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan perusahaan meyakini pembangunan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penguatan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan, tetapi juga melalui pelestarian seni dan budaya lokal.

Karena itu, pembinaan SANIPODA menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan ruang kepada generasi muda Tapanuli Selatan agar terus berkarya sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

“Kami percaya seni memiliki kekuatan menyatukan masyarakat, merawat memori, sekaligus menumbuhkan harapan. Melalui SANIPODA, kami ingin anak-anak muda Tapanuli Selatan terus berkembang dan budaya daerah tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Malam itu, SANIPODA bukan hanya mempersembahkan sebuah pertunjukan.

Mereka menghadirkan sebuah cerita tentang ketabahan, gotong royong, dan harapan. Sebuah pengingat bahwa sebesar apa pun bencana datang, masyarakat Tapanuli Selatan mampu bangkit ketika pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha berdiri di sisi yang sama.

Di penghujung pertunjukan, tepuk tangan panjang yang menggema di arena PRSU seolah menjadi penghormatan bagi semangat itu—semangat yang lahir dari luka, tumbuh dalam kebersamaan, dan kini menguat sebagai harapan baru bagi Tapanuli Selatan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *