Turun Langsung di Tengah Hujan, Rico Waas Pastikan Pengerjaan Drainase Gaperta Berjalan Optimal
MEDAN — Hujan turun, tetapi peninjauan proyek drainase tidak ikut ditunda. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung ke Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (24/6/2026), untuk memastikan pembangunan sistem drainase berjalan sesuai rencana.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan sekaligus memastikan saluran baru mampu meningkatkan kapasitas aliran air. Harapannya, persoalan genangan dan banjir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di kawasan tersebut bisa segera ditangani.
Di tengah hujan yang masih mengguyur, Rico Waas memberikan arahan langsung kepada pelaksana proyek. Salah satu perhatian utama adalah perubahan kapasitas saluran dari kondisi sebelumnya.
Saluran lama yang berukuran sekitar 80 sentimeter kini diperbesar menggunakan beton u-ditch dengan lebar 120 sentimeter dan kedalaman 140 sentimeter.
“Ukuran drainase yang sebelumnya 80 cm, sekarang jadi 120 cm. Berarti hampir dua kali lipat besarannya. Penyerapan air akan lebih mudah dan debit air yang tertampung bisa lebih banyak,” ujar Rico Waas.
Drainase Gaperta Diperbesar, Tiang PLN Ikut Bergeser
Pembangunan drainase tersebut tidak hanya soal menggali tanah dan memasang beton. Sejumlah persoalan teknis di lapangan juga harus diselesaikan, termasuk keberadaan tiang listrik milik PLN yang berada di jalur pembangunan.
Rico mengatakan, Pemko Medan melakukan koordinasi dengan PLN agar sejumlah tiang listrik dapat digeser sehingga tidak menghambat pembangunan struktur drainase.
“Pengerjaan ini berkoordinasi juga dengan PLN karena tiang listrik harus kita geser sedikit,” katanya.
Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam proyek tersebut. Sebab, membangun drainase di kawasan perkotaan memang tidak sesederhana membuat parit lalu berharap air langsung menemukan jalan pulang.
Drainase Sepanjang 1.047 Meter
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, didampingi Kepala Bidang SDA dan Drainase Hardy Sibarani, menjelaskan pembangunan drainase dilakukan sepanjang 1.047 meter.
Jalur tersebut membentang dari Simpang Jalan Kapten Muslim hingga Simpang Jalan Beringin.
Menurut Khairul, konstruksi drainase menggunakan u-ditch beton sepanjang 1.002 meter dan box culvert sepanjang 45 meter.
Keduanya memiliki spesifikasi lebar 120 sentimeter dan kedalaman 140 sentimeter.
“Untuk struktur material menggunakan u-ditch beton sepanjang 1.002 meter dan box culvert sepanjang 45 meter dengan spesifikasi lebar 120 cm serta kedalaman 140 cm,” jelas Khairul.
Aliran Air Dibagi Dua Jalur
Untuk mengurangi beban aliran air, sistem drainase tersebut nantinya menerapkan dua alur pembuangan. Pembagian jalur ini dirancang agar debit air tidak menumpuk pada satu titik.
Alur pertama akan mengarahkan sebagian aliran air dari kawasan Kapten Muslim menuju Danau Singkarak.
Sementara alur kedua diarahkan menuju persimpangan Jalan Asrama hingga akhirnya bermuara ke sungai.
“Arah pertama sebagian aliran air diarahkan ke kawasan Kapten Muslim menuju Danau Singkarak, dan arah kedua diarahkan ke persimpangan Jalan Asrama hingga bermuara di sungai,” ujar Khairul.
Pengerjaan proyek drainase tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Rico Waas juga memastikan pembangunan tidak berhenti di ruas yang sedang dikerjakan. Pemerintah Kota Medan telah merencanakan kelanjutan pembangunan drainase di kawasan Gaperta Ujung pada tahun depan.
Dengan kapasitas saluran yang diperbesar dan jalur pembuangan yang diatur lebih baik, proyek ini diharapkan mampu mengurangi persoalan genangan di kawasan Gaperta. Setidaknya, ketika hujan datang, warga tidak lagi harus ikut melakukan “peninjauan lapangan” dengan cara paling sederhana: melihat seberapa tinggi air masuk ke halaman rumah.(***)






