Tak Puas Layanan Imigrasi? Jangan Cuma Curhat, Ada SAPA IMIGRASI di Belawan

Tak Puas Layanan Imigrasi? Jangan Cuma Curhat, Ada SAPA IMIGRASI di Belawan

BELAWAN — Punya pengalaman kurang menyenangkan saat mengurus layanan keimigrasian? Atau memiliki ide agar pelayanan semakin nyaman, transparan dan responsif?

Jangan hanya dipendam. Apalagi sekadar menjadi bahan obrolan di grup WhatsApp.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menyediakan SAPA IMIGRASI (Sarana Aspirasi dan Pengaduan Imigrasi) sebagai kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan maupun pengaduan terkait layanan keimigrasian.

Informasi tersebut disampaikan Imigrasi Belawan pada 26 September 2026.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal SAPA IMIGRASI sebagai sarana komunikasi dalam menyampaikan berbagai masukan maupun pengaduan terkait pelayanan.

Menurutnya, aspirasi masyarakat penting sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu bingung mencari tempat menyampaikan keluhan ketika menemukan persoalan dalam proses pelayanan. Kanal resmi sudah disediakan, tinggal dimanfaatkan.

Tinggal Scan QR Code

Mekanismenya cukup sederhana.

QR Code SAPA IMIGRASI tersedia di ruang pelayanan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Masyarakat atau yang biasa disebut “Sobat IBAN” cukup memindai QR Code menggunakan telepon seluler, kemudian menyampaikan aspirasi maupun pengaduan.

Tak perlu menunggu persoalan menjadi viral terlebih dahulu baru bersuara.

Kanal pengaduan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat menyampaikan pengalaman secara langsung kepada pihak yang berwenang.

Sebab, kritik dan pengaduan dalam pelayanan publik bukan semata-mata persoalan negatif. Jika dikelola dengan baik, keluhan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian pelayanan mana yang masih membutuhkan pembenahan.

Kritik Bukan Musuh Pelayanan

Kehadiran SAPA IMIGRASI juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih terbuka dan responsif.

Pelayanan yang baik bukan berarti pelayanan yang tidak pernah menerima kritik. Justru institusi yang membuka ruang pengaduan menunjukkan adanya kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.

Kalau pelayanan sudah baik, masyarakat bisa memberikan apresiasi. Kalau masih ada yang kurang, sampaikan melalui kanal yang tersedia.

Daripada pulang dari kantor pelayanan lalu menulis panjang di media sosial dengan kalimat, “Pelayanannya begini, pelayanannya begitu…”, tentu akan lebih bermanfaat jika pengaduan tersebut disampaikan melalui kanal resmi sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.

Pesan sederhana: jempol memang bebas mengetik di media sosial, tetapi aspirasi akan jauh lebih berguna kalau sampai ke meja yang memang bertugas memperbaiki pelayanan.

Eko: Masyarakat Punya Ruang untuk Menyampaikan Aspirasi

Eko Yudis Parlin Rajagukguk menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian.

Melalui SAPA IMIGRASI, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, saran, kritik maupun pengaduan secara lebih mudah.

Bagi institusi pelayanan publik, masukan masyarakat merupakan salah satu indikator penting untuk melihat bagaimana layanan dirasakan secara langsung oleh pengguna.

Karena itu, keberadaan SAPA IMIGRASI tidak semestinya berhenti sebagai QR Code yang sekadar terpampang di ruang pelayanan.

Yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi yang masuk dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Jangan Hanya Scan, Aspirasi Juga Harus Ditindaklanjuti

Transformasi pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya soal menyediakan teknologi atau menempelkan QR Code.

Teknologi hanyalah pintu masuk. Setelah masyarakat menyampaikan pengaduan, tantangan berikutnya adalah bagaimana institusi merespons, memeriksa, mengevaluasi dan memberikan penyelesaian secara profesional.

Karena itu, SAPA IMIGRASI diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.

Masyarakat punya ruang untuk berbicara, sementara institusi punya kesempatan untuk mendengar dan memperbaiki.

Jadi, bagi masyarakat yang memiliki aspirasi atau pengaduan mengenai layanan keimigrasian di Belawan, scan saja QR Code SAPA IMIGRASI.

Tidak perlu menunggu sampai keluhan menjadi trending topic.

Sebab pelayanan publik yang sehat bukan pelayanan yang alergi terhadap kritik, melainkan pelayanan yang mau mendengar, berani mengevaluasi dan serius melakukan perbaikan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *