Rico Waas Tersentuh Saksikan Kisah Perjuangan Djamin Ginting di Layar Lebar
MEDAN — Sejarah terkadang terasa berbeda ketika tidak hanya dibaca dari buku, tetapi hadir di layar lebar dengan suara, wajah, dan cerita yang membuat penonton seolah ikut berada di tengah medan perjuangan.
Hal itu pula yang dirasakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menyaksikan penayangan perdana film Djamin Setia Selamanya di Bioskop XXI Delipark Mall Podomoro Medan, Kamis (1/10/2026).
Rico hadir bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas. Film biopik tersebut mengangkat perjalanan perjuangan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djamin Ginting, Pahlawan Nasional asal Tanah Karo, dalam memperjuangkan sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bagi Rico, film produksi Erjege Pictures itu memiliki nilai emosional tersendiri. Bukan hanya karena mengangkat sejarah perjuangan tokoh asal Sumatera Utara, tetapi juga karena film tersebut menampilkan sosok Jakob Waas, kakeknya, yang merupakan salah satu kawan seperjuangan Djamin Ginting.
“Film ini memberikan pemahaman kepada kita tentang bagaimana perjuangan para pahlawan yang ada di negara kita, khususnya dari Sumatera Utara, termasuk Bapak Letjen Djamin Ginting,” ujar Rico.
Menurut Rico, Djamin Ginting memiliki keterikatan yang kuat dengan Medan dan Sumatera Utara. Namanya bahkan diabadikan menjadi nama jalan yang membentang menghubungkan kawasan Medan hingga wilayah Karo.
Karena itu, pengangkatan kisah Djamin Ginting ke layar lebar dinilai menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan tersebut kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Sebab, sejarah memang kadang kalah menarik dari konten media sosial jika hanya disajikan dalam bentuk paragraf panjang. Namun, ketika perjuangan para pahlawan divisualisasikan di layar lebar, ceritanya bisa terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
Kakek Rico Hadir di Tengah Kisah Perjuangan
Film berdurasi sekitar 103 menit itu mengambil latar perjuangan pada periode 1945 hingga 1948. Cerita menggambarkan tekad para pemuda di Tanah Karo dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk perjalanan Djamin Ginting hingga ke Pulau Jawa.
Tidak hanya menyajikan adegan pertempuran, film tersebut juga memadukan drama, humor, serta sisi emosional kehidupan keluarga.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian Rico adalah penggambaran sosok Jakob Waas bersama Djamin Ginting dalam perjuangan mempertaruhkan nyawa pada Pertempuran Bukit Mardinding atau Bukit Kadir.
Melihat sosok sang kakek di layar lebar membuat Rico mengaku tersentuh.
Apalagi, kisah tersebut bukan sekadar cerita fiksi. Ada bagian dari sejarah keluarga yang kembali dihidupkan melalui medium film.
Rico juga memberikan apresiasi terhadap penggarapan film yang dinilainya tetap mempertahankan sejumlah fakta sejarah. Salah satunya terkait kisah dalam buku Bukit Kadir dan perjuangan Kadir Saragih yang gugur di kawasan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Riahna Djamin Ginting dan Erjege Pictures yang sudah menggarap film ini dengan baik. Mudah-mudahan film ini memberikan semangat kepada anak-anak muda tentang perjuangan dalam memerdekakan Republik Indonesia dan menjadi karya yang baik untuk Indonesia,” kata Rico.
Sejarah Bukan Sekadar Nama Jalan
Film Djamin Setia Selamanya diperankan Rafi Sudirman sebagai Djamin Ginting, Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan, serta Marcell Darwin yang memerankan Jakob Waas.
Film tersebut disutradarai Rako Prijanto, dengan skenario ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana.
Penayangan perdana turut dihadiri Letjen TNI (Purn.) Edy Rahmayadi, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Antonius Ginting, Sekda Kabupaten Karo Gelora Ginting, unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, pelaku industri perfilman, serta tokoh adat, budaya dan kepemudaan.
Kehadiran film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah tidak semestinya berhenti sebagai nama jalan, nama gedung, atau tulisan di buku pelajaran.
Di balik nama besar seorang pahlawan, ada manusia, keluarga, pertempuran, kehilangan dan pengorbanan yang membentuk perjalanan bangsa.
Dan kali ini, kisah Djamin Ginting bersama para pejuang di Tanah Karo kembali dipertemukan dengan generasi hari ini—bukan melalui ruang kelas, melainkan melalui layar lebar.(***)






