Wali Kota Medan Dukung Penuh Gelaran TennisFest Medan 2026
MEDAN – Kota Medan bersiap kembali diramaikan aktivitas olahraga. Kali ini, tenis menjadi tuan rumah. TennisFest Medan 2026 akan digelar selama tiga hari dengan mengusung semangat menjadikan tenis sebagai olahraga yang bisa dinikmati semua kalangan.
Dukungan terhadap ajang tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia TennisFest Medan 2026 di Balai Kota Medan, Selasa (6/10/2026).
Rico menyambut positif penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, event olahraga seperti TennisFest dapat menjadi salah satu cara untuk menggairahkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga tenis.
“Kami memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini. Semoga TennisFest Medan 2026 dapat berlangsung sukses dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk semakin mencintai olahraga tenis,” ujar Rico.
Dukungan tersebut tentu menjadi angin segar bagi olahraga tenis di Kota Medan. Sebab tenis tidak harus selalu identik dengan olahraga yang “serius” dan mahal. Dengan event yang terbuka dan dikemas menarik, lapangan tenis juga bisa menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Tiga Hari, 200 Lebih Peserta
Ketua Panitia TennisFest Medan 2026 Saif Adli Anwar menjelaskan, turnamen yang mengusung tema “Tenis untuk Semua” tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni 23–25 Oktober 2026, di Lapangan Kebun Bunga.
Antusiasme peserta sejauh ini terbilang tinggi. Dari kuota yang disediakan untuk lebih dari 200 peserta, registrasi telah mencapai sekitar 75 persen.
Yang menarik, peserta bukan hanya berasal dari Kota Medan maupun daerah lain di Indonesia. Sejumlah pemain dari luar negeri, termasuk India dan Malaysia, juga dijadwalkan ambil bagian.
Artinya, raket yang biasanya hanya beradu dengan bola di lapangan kini punya tugas tambahan: ikut membawa nama Medan ke pergaulan olahraga yang lebih luas.
Tak Cuma Pukul Bola
Saif mengatakan TennisFest Medan 2026 tidak hanya dirancang sebagai kompetisi olahraga.
Panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari bazar UMKM, panggung hiburan hingga coaching clinic.
Yang menjadi salah satu daya tarik adalah kehadiran legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki dalam sesi coaching clinic.
“Selain kompetisi, acara ini dirancang meriah dengan menghadirkan bazar UMKM, panggung hiburan, serta coaching clinic langsung bersama legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki,” jelas Saif.
Konsep tersebut membuat TennisFest tidak sekadar menjadi arena pertandingan. Kehadiran bazar UMKM membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pasar, sementara hiburan dan coaching clinic memberikan pengalaman tambahan bagi peserta maupun penonton.
Dengan demikian, satu event bisa membawa beberapa manfaat sekaligus: olahraga bergerak, UMKM ikut berdagang, penonton mendapat hiburan, dan anak-anak muda punya kesempatan belajar dari legenda.
TennisFest Medan 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai turnamen tiga hari. Dengan mengusung tema “Tenis untuk Semua”, ajang tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik tumbuhnya komunitas dan bibit-bibit baru tenis di Kota Medan.
Karena pada akhirnya, olahraga bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Yang jauh lebih penting, semakin banyak masyarakat yang mau turun ke lapangan, memegang raket dan bergerak.
Kalau setelah TennisFest jumlah orang yang memilih berolahraga bertambah, sementara yang memilih rebahan berkurang, Medan tentu sudah mendapat “piala” tersendiri.(***)






