PSMS Tekuk PSIS 2-1, Bobby Nasution Makin Pede Ayam Kinantan Terbang ke Super League

PSMS Tekuk PSIS 2-1, Bobby Nasution Makin Pede Ayam Kinantan Terbang ke Super League

DELISERDANG – Ayam Kinantan mulai mengepakkan sayapnya. PSMS Medan sukses menundukkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deliserdang, Minggu (25/10/2026) malam. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga suntikan kepercayaan diri dalam perburuan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut ikut tersenyum melihat kemenangan tim kebanggaan masyarakat Medan itu. Ketika ditanya mengenai peluang PSMS promosi ke Liga 1 atau Super League, Bobby menjawab singkat, tetapi penuh keyakinan.

“Harus optimistis (Liga 1),” kata Bobby.

Jawaban itu boleh singkat, tetapi harapannya jelas panjang. Namun, sepak bola bukan soal optimisme semata. Tiket promosi tidak bisa dibeli dengan semangat di tribun, apalagi cukup bermodalkan doa dan tepuk tangan. Konsistensi permainan, disiplin, serta kemampuan mengamankan poin dalam pertandingan berikutnya tetap menjadi pekerjaan rumah Ayam Kinantan.

Di tengah guyuran hujan, PSMS tampil agresif sejak awal pertandingan. Raihan Utama membuka keunggulan pada menit ke-22 setelah memanfaatkan umpan Pramoedya Putra. Sembilan menit kemudian, giliran Javier Siverio mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyambar bola muntah hasil tembakan Phillershon untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Gol kedua sempat membuat pendukung PSMS harus menahan napas karena dianulir akibat dugaan offside. Namun, setelah melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), wasit mengesahkan gol tersebut. Teknologi pun ikut memastikan bahwa kegembiraan di stadion bukan sekadar perasaan suporter yang sedang berbunga-bunga.

PSMS menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol. Memasuki paruh kedua, PSIS mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat gol Fitra Ridwan. Situasi pertandingan pun berubah lebih menegangkan. Keunggulan dua gol yang semula terlihat nyaman mendadak terasa seperti selimut tipis saat hujan turun.

Meski mendapat tekanan, PSMS akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 2-1 memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang bekerja keras menjaga kemenangan, terlebih ketika tim menghadapi persoalan kartu merah yang memengaruhi jalannya pertandingan.

“Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0 hingga babak pertama,” ujarnya.

Tambahan tiga poin membuat PSMS mengoleksi 14 poin dan bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A. Sementara itu, PSIS berada di posisi kelima dengan 10 poin. Posisi tersebut menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan untuk menjaga persaingan menuju tiket promosi. Sebelumnya, PSMS bermain imbang melawan Semen Padang pada 17 Oktober.

Namun, di balik kemenangan yang layak dirayakan, ada catatan yang tak boleh diabaikan. Bobby meminta kondisi lapangan Stadion Utama Sumatera Utara segera dibenahi menjelang pertandingan melawan Persija dalam ajang League Cup pekan depan. Sejumlah titik lapangan dinilai perlu diperbaiki, termasuk bagian rumput yang harus diganti.

Permintaan itu cukup beralasan. Sebab, pemain membutuhkan lapangan yang layak untuk mengolah bola, bukan arena tambahan untuk menguji keseimbangan tubuh. Apalagi, hujan sudah cukup membuat pertandingan berlangsung menantang. Jangan sampai perjuangan pemain di lapangan hijau harus ditambah dengan perjuangan menaklukkan rumput yang kurang bersahabat.

Kemenangan atas PSIS menjadi kabar baik bagi PSMS dan pendukungnya. Optimisme Bobby pun mendapat tambahan alasan untuk tumbuh. Meski demikian, perjalanan menuju Super League masih membutuhkan lebih dari satu malam penuh sorak-sorai.

Ayam Kinantan sudah berhasil mematuk tiga poin. Kini tantangannya adalah menjaga konsistensi, merawat momentum, dan terus terbang tanpa kehilangan arah. Sebab, untuk sampai ke Super League, PSMS harus membuktikan bahwa kemenangan ini bukan sekadar kokok keras di kandang, melainkan pertanda bahwa mereka benar-benar siap bersaing hingga garis akhir.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *