Bobby Nasution Resmikan Sekolah Guang Ming, Cetak Generasi Berkarakter Jangan Cuma Jago di Atas Kertas

Bobby Nasution Resmikan Sekolah Guang Ming, Cetak Generasi Berkarakter Jangan Cuma Jago di Atas Kertas

MEDAN – Pendidikan bukan sekadar urusan mengejar nilai rapor, mengumpulkan ijazah, atau berlomba masuk sekolah favorit. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang cerdas, beretika, jujur, dan punya kepedulian terhadap sesama. Pesan itulah yang mengemuka saat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Sekolah Guang Ming di Kota Medan, Minggu (25/10/2026).

Sekolah yang berada di bawah naungan Wadah Ketuhanan Guang Ji Indonesia Wilayah Medan itu berlokasi di Jalan Kuali Nomor 50, Medan. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bobby Nasution. Gubernur juga membuka pintu gedung sekolah sebagai simbol dimulainya operasional lembaga pendidikan tersebut.

Gedung enam lantai dengan luas bangunan 2.624,06 meter persegi itu diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat. Sebab, di tengah dunia yang semakin kompetitif, kecerdasan memang penting. Namun, tanpa kejujuran dan etika, kepintaran bisa saja hanya menjadi modal untuk mencari pembenaran.

Bobby Nasution mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan masa depan.

“Kita harus terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Sumut. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa,” ujar Bobby.

Pernyataan itu sekaligus mengingatkan bahwa membangun kualitas manusia tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Gedung sekolah boleh berdiri megah, fasilitas boleh terus berkembang, tetapi pembentukan karakter membutuhkan proses panjang, keteladanan, dan konsistensi. Sebab, manusia berkarakter tidak bisa dicetak hanya dengan menambah jumlah lantai bangunan.

Ketua DPD Walubi Sumut Meryawati Amelia Prasetyo, didampingi Sekretaris Jenderal DPD Walubi Sumut Albert Masli, menjelaskan bahwa pendirian Sekolah Guang Ming bertujuan mendukung pengembangan moral dan etika sejak usia dini sekaligus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Menurut Meryawati, sekolah tersebut menyediakan program pengembangan soft skill, life skill, dan kecerdasan intelektual atau IQ, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah.

“Di sini tersedia program soft skill, life skill, dan IQ. Program ini dimulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah,” ujarnya.

Meryawati berharap Sekolah Guang Ming mampu memberikan dampak positif bagi generasi muda, khususnya di Sumut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumut atas dukungan terhadap pembangunan dan peresmian gedung sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution atas dukungan ini. Semoga sekolah ini memberikan dampak positif bagi pembelajaran etika generasi muda Sumut,” katanya.

Sekolah Guang Ming mengusung empat pilar utama dalam pendidikan karakter, yakni bersyukur, beretika, jujur dan dapat dipercaya, serta mengamalkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Keempat nilai tersebut menjadi fondasi untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dunia pendidikan: mengajarkan anak agar bukan hanya pandai menjawab soal, tetapi juga berani berkata jujur ketika berbuat salah; bukan hanya terampil berbicara, tetapi mampu menghormati orang lain; dan bukan sekadar mengejar keberhasilan pribadi, melainkan juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Sebab, nilai rapor yang tinggi tentu membanggakan. Namun, kejujuran, etika, dan rasa tanggung jawab adalah bekal yang akan terus diuji ketika seseorang meninggalkan ruang kelas dan berhadapan dengan kehidupan nyata.

Peresmian Sekolah Guang Ming turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, staf ahli dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, para guru, Ketua Yayasan Pendidikan Karya Budi Gemilang Wijaya, anggota DPRD Sumut, serta Ketua Dewan Pembina Wadah Ketuhanan Guang Ji Internasional Maha Pandita Hasan.

Kini, setelah pita dipotong dan pintu sekolah dibuka, pekerjaan yang lebih besar justru dimulai. Harapannya, Sekolah Guang Ming tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas di ruang ujian, tetapi juga pribadi yang tetap memegang teguh kejujuran ketika tak ada guru yang mengawasi.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya soal seberapa tinggi gedung sekolah berdiri, melainkan seberapa kuat karakter yang tumbuh di dalamnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *