Musisi Muda Medan Rezky Ginting Merintis Identitas Musik sebagai Solois
Medan – Memulai karier sebagai solois menjadi langkah baru bagi Rezky Ginting setelah sebelumnya bermusik bersama band Afterclass. Musisi muda asal Medan ini mulai mengeksplorasi arah musikalnya sendiri sebagai upaya membangun identitas dan karakter yang ingin ia hadirkan melalui karya-karyanya.
Langkah tersebut dimulai dengan perilisan single debut “Till My Heart Gives Up” pada 11 September 2026. Mengusung genre dream pop, lagu ini menjadi wadah bagi Rezky, yang akrab disapa Kiki, untuk memperkenalkan identitas musikal sekaligus menyampaikan cerita yang berangkat dari pengalaman personalnya.
Dalam proses membangun identitas musiknya, Kiki menjadikan pengalaman dan perasaan sebagai salah satu sumber inspirasi dalam berkarya. Ia berupaya menghadirkan musik yang tidak hanya menonjolkan aspek musikal, tetapi juga memiliki cerita yang dapat dipahami dan dirasakan oleh pendengar. Kiki ingin menjadikan musik sebagai medium untuk menyampaikan pengalaman personal yang berpotensi memiliki keterkaitan dengan para pendengar.
Keinginan tersebut tercermin dalam single debutnya, “Till My Heart Gives Up”, yang mengangkat cerita tentang seseorang yang terlihat kuat dan mandiri, tetapi tetap memiliki sisi rentan. Melalui cerita yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya, Kiki ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sisi lain yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
“Lagu ini tentang memahami seseorang tanpa harus selalu berusaha memilikinya. Kita bisa melihat seseorang sebagai pribadi yang kuat, tapi tetap menghargai bahwa dia juga bisa membutuhkan orang lain,” ujar Kiki.
Memulai perjalanan sebagai solois menjadi kesempatan bagi Kiki untuk terus mengembangkan karakter bermusiknya. Melalui karya debut tersebut, ia mulai memperkenalkan arah musik yang ingin dikembangkan sekaligus membuka ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam berkarya.
Ke depannya, Kiki berharap dapat terus menghasilkan karya yang mencerminkan perkembangan dirinya sebagai musisi. Ia juga ingin memperluas jangkauan pendengarnya dan menjadikan musik sebagai ruang untuk terus bereksplorasi, baik dalam menentukan karakter musikal maupun dalam menyampaikan cerita melalui karya-karyanya.(***)






