AMTARA Apresiasi Respons Cepat Polres Madina di Bawah Kepemimpinan AKBP Arie Sofandi Paloh dalam Penanganan Banjir

Nasional59 Dilihat

Mandailing Natal, 27 November 2025 — Aliansi Mahasiswa Tabagsel Raya (AMTARA) menyampaikan apresiasi atas respon cepat jajaran Polres Mandailing Natal (Madina) dalam penanganan bencana banjir yang melanda Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. Di bawah kepemimpinan Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, Polres Madina bergerak cepat melalui personel-polsek, tim kesehatan, dan unit bantuan lainnya untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter membuat puluhan Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Untuk menangani kondisi darurat tersebut, jajaran Polres Madina menurunkan tim medis dari Bidokkes, dibantu dokter, bidan, dan perawat, guna memberikan layanan kesehatan bagi warga yang mengalami demam, batuk, iritasi kulit, hingga tekanan darah tinggi. Selain itu, proses evakuasi juga dilakukan dengan terukur dan aman menuju SDN 037 Desa Tangga Bosi II, lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik pengungsian.

Ketua Umum AMTARA, Benny Ario, menegaskan bahwa respon yang cepat dan terkoordinasi dari jajaran Polres Madina menunjukkan komitmen kuat lembaga kepolisian dalam melindungi masyarakat dan menangani bencana.

AMTARA memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh beserta jajaran. Penanganan cepat dan terstruktur oleh aparat di bawah kepemimpinannya merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam situasi krisis. Masyarakat merasa terbantu, terutama dalam layanan kesehatan dan evakuasi,” ujar Benny Ario.

Benny menambahkan bahwa banjir kali ini tidak hanya berdampak pada pemukiman, tetapi juga merendam area pertanian dan sumber mata pencaharian masyarakat. Karena itu, AMTARA mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat mitigasi bencana jangka panjang, termasuk normalisasi sungai, penguatan sistem peringatan dini, serta rehabilitasi area terdampak.

AMTARA juga mengajak seluruh elemen pemuda, khususnya mahasiswa Tabagsel, untuk ikut berperan dalam upaya solidaritas sosial. Mulai dari penggalangan bantuan kebutuhan dasar, dukungan bagi warga di pengungsian, hingga terlibat dalam advokasi perbaikan tata kelola lingkungan.

AMTARA siap bekerja sama dengan Polres Madina, BPBD, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan warga. Solidaritas adalah kunci — dan mahasiswa Tabagsel harus menjadi bagian dari solusi,” tegas Benny Ario.

Di tengah ancaman banjir susulan akibat cuaca ekstrem, AMTARA menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun pusat, agar bencana yang berulang setiap tahun ini tidak kembali menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *