Bangunan Tua Roboh hingga 266 Rumah Terendam, Cuaca Ekstrem Rusak Banyak Fasilitas di Langkat

Langkat, Sumut109 Dilihat

matabangsa.com – Langkat | Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Senin malam kembali memicu bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat. Hujan deras tanpa henti membuat bangunan rubuh, banjir, dan pohon tumbang.

Polres Langkat langsung mengerahkan seluruh personel untuk melakukan penanganan cepat. Upaya evakuasi dilakukan di berbagai titik yang terdampak paling parah.

Di Kecamatan Babalan, bangunan tua peninggalan kolonial yang digunakan sebagai gudang ikan mengalami kerusakan parah. Bagian depan bangunan rubuh pada pukul 06.00 WIB.

Satu jam berselang, bagian samping bangunan turut ambruk. Reruntuhan meluas hingga menutup sebagian badan jalan.

Meski kerusakan besar terjadi, tidak ada korban dalam kejadian itu. Pemilik gudang, Ipin, mengalami kerugian hingga Rp60 juta akibat bangunan tidak dapat digunakan lagi.

Polisi langsung mensterilkan lokasi dan menutup akses sementara. PT PLN turut memutus aliran listrik karena kabel di sekitar bangunan jatuh tertimpa puing.

Masyarakat diminta menjauhi lokasi karena bangunan masih menyisakan bagian yang rawan ambruk. Petugas TNI dari Koramil 13 juga membantu proses pengamanan.

Hujan juga menyebabkan Sungai Siur meluap di Kecamatan Pangkalan Susu. Arus air deras merendam Desa Sei Siur dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Hingga Rabu siang, banjir belum surut. Air mencapai ketinggian 60 cm dan memengaruhi mobilitas masyarakat.

Petugas gabungan dari Polsek Pangkalan Susu, Pos AL, Koramil 15, Pertamina, dan relawan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Perahu karet dikerahkan untuk memindahkan lansia dan anak-anak.

Di Kelurahan Beras Basah dan Bukit Jengkol, air mencapai 1 meter. Sejumlah warga memilih mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman.

Di Kecamatan Sei Lepan, lima insiden pohon tumbang dan tiang listrik patah menutup badan jalan. Insiden ini menyebabkan kemacetan hingga beberapa jam.

Kapolsek Pangkalan Brandan memimpin pembersihan material menggunakan chainsaw. Proses pembersihan dilakukan di bawah hujan deras dan tanah licin.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam serangkaian insiden di Sei Lepan. Polisi memastikan pengendara tetap dapat melintas meski secara bergantian.

Banjir juga melanda Kecamatan Padang Tualang. Desa Buluh Telang mencatat 266 rumah terdampak, menjadikannya wilayah paling parah dalam catatan hari itu.

Polsek Padang Tualang mendatangi rumah-rumah yang terdampak dan memberikan imbauan agar warga waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

Di Kecamatan Brandan Barat, genangan air setinggi 30 cm muncul di depan gerbang Tol Pangkalan Brandan. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas agar kendaraan tidak menumpuk.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci percepatan penanganan bencana yang terjadi secara bersamaan di Langkat.

Ia mengingatkan bahwa curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta menghindari area berbahaya dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi.(***)

Tags: #BanjirLangkat, #BangunanRoboh, #PolresLangkat, #CuacaEkstrem, #LangkatBanjir, #EvakuasiBencana, #HujanDeras, #PohonTumbang, #SumutAlert,

Foto Capti: Petugas kepolisian bersama TNI dan relawan membersihkan pohon tumbang serta mengevakuasi warga di Kabupaten Langkat akibat hujan ekstrem, Rabu (26/11/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *