Bekal Ilmu Sebelum Berangkat, Jamaah Calon Haji Dairi Antusias Ikuti Pelatihan Fikih Haji Interaktif

Agama38 Dilihat
 
 
Matabangsa.com – Dairi : Semangat menggebu terpancar dari 21 jamaah calon haji Kabupaten Dairi yang mengikuti pelatihan manasik haji tingkat kecamatan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Dairi, Jumat (18/4/2025). Kegiatan hari kedua ini menghadirkan pendalaman fikih haji secara interaktif bersama Muhammad Sanif, narasumber berpengalaman dari Penyelenggara Haji dan Umrah setempat.
 
 
Suasana semakin hidup ketika Sanif membuka sesi tanya jawab. “Pak, bagaimana jika kita tidak sengaja memakai wewangian setelah memakai ihram?” tanya seorang peserta. Dengan sabar, Sanif menjelaskan bahwa hal tersebut termasuk larangan yang harus dihindari, namun tidak membatalkan haji melainkan wajib membayar dam.
 
 
Materi fikih haji yang dibahas mencakup tiga aspek utama. Pertama, penjelasan detail tentang miqat makani dan zamani, dimana Sanif menekankan pentingnya memahami batas waktu dan tempat untuk memulai ihram. “Jika melewati miqat tanpa ihram, wajib kembali atau membayar dam,” tegasnya.
 
 
 
Kedua, pemaparan larangan-larangan selama ihram yang disertai contoh praktis. “Mulai dari memotong kuku, mencabut rambut, hingga menggunakan pakaian berjahit bagi laki-laki, semua ini termasuk larangan yang perlu diwaspadai,” jelas Sanif sambil menunjukkan contoh kain ihram yang benar.
 
 
Ketiga, praktik langsung tata cara thawaf dan sa’i. Sanif mendemonstrasikan gerakan mengelilingi Ka’bah mini dengan tujuh putaran yang sempurna, sambil menjelaskan syarat-syarat sahnya. “Perhatikan posisi tubuh dan arah putaran, serta bacaan doa yang dianjurkan di setiap putaran,” pesannya.
 
 
Kegiatan semakin interaktif saat peserta diajak mempraktikkan cara memakai ihram yang benar. Sanif memperagakan teknik melipat dan mengikat yang tepat agar tidak mudah lepas. “Perhatikan cara memegang ujung kain dan teknik mengikatnya di pinggang. Ini penting untuk kenyamanan selama perjalanan,” ujarnya sambil membimbing peserta satu per satu.
 
 
Di sesi terakhir, Sanif mengajak seluruh peserta mempraktikkan tata cara lempar jumrah menggunakan replika. Dengan sabar ia membetulkan posisi dan cara melempar peserta. “Lemparlah dengan tenaga cukup, tujuh kali berturut-turut untuk setiap jumrah, sambil mengucapkan takbir,” jelasnya.
 
 
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Panitia dari KUA Kecamatan Azan Sagala menyatakan akan mengadakan pelatihan lanjutan berupa praktik guna memantapkan pemahaman calon jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Pemahaman fikih yang baik akan membantu kelancaran ibadah haji mereka,” pungkasnya. (lm)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *