Belajar Mandarin Bareng Jaksa, Kejagung Siapkan Pegawai Hadapi Dunia Internasional

Nasional52 Dilihat

Isi Konten

  • Belajar Mandarin Bareng Jaksa! Kejagung Siapkan Pegawai Hadapi Dunia Internasional
  • Kejaksaan Agung makin mantap melangkah ke panggung global! Melalui Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri
  • Kejagung baru saja meluncurkan Program Pembelajaran Dasar Bahasa Mandarin yang diikuti oleh sekitar 150 pegawai
  • Dibuka oleh Plt. Kepala Bagian Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, L. Rinanto Haribuwono

matabangsa.com – Jakarta: Kejaksaan Agung makin mantap melangkah ke panggung global! Melalui Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri, Kejagung baru saja meluncurkan Program Pembelajaran Dasar Bahasa Mandarin yang diikuti oleh sekitar 150 pegawai dari berbagai satuan kerja, Jumat (18/7).

Program ini jadi bukti bahwa kejaksaan nggak hanya fokus urus perkara dalam negeri, tapi juga serius memperkuat diplomasi hukum dan kerja sama internasional. Nggak heran kalau salah satu caranya adalah dengan belajar bahasa yang paling banyak dipakai di dunia — Mandarin!

Acara dibuka oleh Plt. Kepala Bagian Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, L. Rinanto Haribuwono, S.H., M.H., yang mewakili Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Mandarin, adalah bekal penting dalam menjalankan tugas-tugas kejaksaan yang bersentuhan dengan dunia internasional.

“Dengan penguasaan bahasa, kita tidak hanya bisa berkomunikasi, tapi juga memahami konteks budaya dan membangun kepercayaan,” ujar Rinanto dalam pembukaannya secara daring.

Yang menarik, program ini nggak hanya diisi oleh pengajar biasa. Hadir sebagai instruktur adalah Jaksa Desty Puspitasari, serta dua penerjemah profesional Kejagung yang sudah kenyang pengalaman di Tiongkok, yaitu Asyrofil dan Ghazi Muhammad Mahdi.

Dua nama terakhir ini membawa suasana pembelajaran jadi lebih hidup. Selain mengajarkan dasar-dasar bahasa, mereka juga menyisipkan banyak cerita soal budaya dan pengalaman pribadi saat tinggal di Negeri Tirai Bambu. Jadi bukan cuma belajar ngomong, tapi juga memahami cara berpikir dan etika komunikasi khas Mandarin.

Suasana kelas virtual pun terasa interaktif dan menyenangkan, meski dilakukan secara daring. Para peserta terlihat antusias menyimak dan mencoba mengucapkan beberapa frasa Mandarin dasar, yang ternyata cukup menantang.

Kegiatan ini jadi bagian dari langkah strategis Kejaksaan RI dalam menghadapi tantangan global, khususnya dalam penanganan perkara lintas negara, kerja sama ekstradisi, hingga komunikasi intensif dengan mitra hukum dari luar negeri.

Diharapkan, dengan kemampuan bahasa yang terus diasah, pegawai Kejaksaan RI makin siap menjadi wakil hukum bangsa di kancah internasional.

Jadi, siapa bilang jaksa cuma jago pasal? Sekarang mereka juga bisa bilang, “Nǐ hǎo, zhè shì Gōngchǎng dàibiǎo!” (Halo, ini wakil kejaksaan!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *