matabangsa.com – Karo: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, melalui penyuluh Agama Islam gelar bimbingan penyuluhan kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabanjahe.
Selanjutnya Ahmad Yani.M.Kom, salah satu penyuluh mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keagamaan dan menanamkan sikap optimis serta konsisten dalam menjalani ibadah puasa Ramadan untuk mencapai ketakwaan.
Dia menuturkan bulan Ramadan, adalah bulan yang Agung, bulan yang berkah dimana pintu surga dibuka, pintu meraka ditutup, dan amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Mengisi Ramadhan dengan Ibadah, Polres Metro Jakbar Adakan Tadarusan Rutin
“Untuk itu mari kita tingkatkan amal kebaikan di bulan ini, karena sesungguhnya amal kebaikan akan menghapus dosa dan kesalahan,” jelasnya pada Kamis (06/03).
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, bahwa siang dan malam bulan Ramadan penuh dengan ampunan dari Allah SWT sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim). Begitu pun pada hadis yang lain Rasulullah SAW juga bersabda Barang siapa beribadah (menegakkan salat malam) bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).
“Jadi kedua hadis di atas menjelaskan kepada kita, siang ramadan dengan berpuasa Allah hapus dosa dan kesalahan kita, dan ketika malam kita melaksanakan Qiyamurramadan (salat malam/tarawih) Allah pun menghapus dosa dan kesalahan. Inilah kedahsyatan ramadan siang dan malam penuh kasih sayang dan ampunan dari Allah SWT, ” imbuhnya.
Sejalan dengan hal tersebut Penyuluh Agama Islam Marel, S.Ag, M.Pd menuturkan bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doanya orang yang berkuasa.
“Untuk itu banyaklah berdoa kepada Allah, Allah akan mengabulkan doa dan permohonan kita. Doakan keluarga kita, doakan pula kedua orang tua kita, khususnya ibunda kita. Ibu yang telah mengandung kita, merawat dan membesarkan kita, bersimbah darah ketika melahirkan kita, teruslah mendoakan kebaikan untuknya. Walau saat ini fisik kita jauh dengannya, namun lantunan doa kepada Allah menembus ruang, jarang dan waktu, ” tutupnya.
“Marel juga mengatakan mari kita tingkatkan ibadah kita, kita tingkatkan kualitasnya, sehingga ketika ramadan berlalu, kita menjadi hamba Allah yang bertakwa” ujarnya.(***)






