matabangsa.com – Kota Pinang : Di akhir pembelajaran selama bulan suci Ramadan Tahun 2025 M / 1446 Hijriah, Keluarga besar MTsN 2 Labuhanbatu Selatan yang terdiri dari Kepala madrasah, Para WKM, seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan, serta siswa siswi madrasah berkumpul untuk bersama-sama berdoa mengharap limpahan karunia Allah lewat keberkahan khatam Al-Quran yang dilaksanakan di halaman madrasah, Desa Sabungan Kecamatan Sungai Kanan Labuhanbatu Selatan, Kamis (20/03/2025).
Kepala Madrasah Muhammad Nasir, S.Ag., M.Pd. mengatakan bahwa Khataman Al-Qur’an ini adalah sebuah pembiasaan bagi warga madrasah untuk saling membenahi diri meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan melalui Khataman Al-Qur’an ini juga kita bisa menjalin silaturahmi antar sesama guru dan siswa.
“Pada bulan Ramadan ini apabila kita membaca Al-Qur’an walaupun satu ayat, maka pahala yang kita dapatkan berlipat-lipat ganda. Kebiasaan ini juga dapat dijadikan kebiasaan yang baik bagi para siswa untuk rajin membaca Al-Qur’an agar bacaannya menjadi lancar dan lebih baik lagi,” ujarnya memberi motivasi.
Baca Juga: Buka Puasa Bersama Di MIN 1 Dairi Perkuat Silaturahmi
Muhammad Nasir juga berharap dengan adanya kegiatan Khataman Al-Qur’an ini, para siswa dapat terus melanjutkan membaca Al-Qur’an pada bulan-bulan berikutnya dan menjadi kebiasaan, serta mendorong kita mencintai, memahami dan mendalami Al-Quran.
Khataman Al-Qur’an dimulai dari pembacaan tawasul kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya; juga kepada para nabi terdahulu, ulama-ulama, dan para ahli kubur. Selanjutnya adalah pembacaan 22 surat paling akhir dalam Al-Qur’an secara urut, mulai dari ad-Duha, al-Insyirah, at-Tin, al-Alaq, al-Qadr, dan seterusnya sampai an-Nas. Pembacaan kemudian bersambung kembali ke surat pertama (al-Fatihah), lalu surat al-Baqarah (ayat 1-5), dan seterusnya mengikuti susunan bacaan tahlil secara umum. Sebagai pamungkas, khataman Al-Qur’an ditutup dengan membaca doa khatmul qur’an.
Pelaksanaan Khataman Al-Quran disambut dengan semangat para siswa madrasah, berlangsung khidmat sesuai dengan yang direncanakan meskipun di bawah terik sinar matahari pagi.






