Matabangsa.com – Sidikalang: Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Dairi Nurlena Bintang, S.Ag, memberikan tausiyah inspiratif dalam program Siraman Qolbu di Radio Publik Dairi (RPD) pada frekuensi 101,6 FM. Dengan tema “Doa”, Nurlena mengingatkan pendengar agar tidak hanya berdoa saat menghadapi kesulitan, tetapi juga bersyukur dan memohon kepada Allah di kala senang.
“Jangan hanya berdoa ketika kita sakit atau dalam kesulitan. Saat sehat dan berkecukupan, kita sering lupa bersyukur dan berdoa kepada-Nya. Padahal, doa adalah bentuk penghambaan dan rasa syukur kita kepada Allah,” ujar Nurlena dalam tausiyahnya.
Baca Juga: Kakankemenag Nias Utara Terima Kunjungan dari Article 33 Indonesia
Ia menekankan bahwa doa bukan hanya permohonan, tetapi juga ekspresi syukur dan pengakuan atas kebesaran Allah. “Doa adalah ibadah. Saat kita berdoa, kita mengakui bahwa hanya Allah yang mampu mengabulkan segala permintaan kita. Oleh karena itu, berdoalah dalam keadaan apa pun, baik suka maupun duka, siang maupun malam,” pesannya.
Nurlena juga mengajak pendengar untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak doa. “Bulan Ramadan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan dalam hidup,” tambahnya.
Baca Juga: PMR MAPN 4 Medan Raih Berbagai Prestasi di Kegiatan SAMURAI PANDA 2025
Program Siraman Qolbu yang disiarkan secara rutin ini menjadi sarana dakwah yang efektif bagi masyarakat Dairi. Melalui siaran radio, pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang sibuk dengan aktivitas sehari-hari.
Dengan tausiyah yang disampaikan secara lugas dan penuh makna, Nurlena berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari. “Doa adalah kekuatan kita sebagai hamba. Mari jadikan doa sebagai kebiasaan, bukan hanya saat kita membutuhkan, tetapi juga saat kita diberi nikmat,” tutupnya. (lm)






