matabangsa.com – Jakarta: Doktif pada saat diberikan kesempatan berbicara, dia mengucapkan terima kasih kepada Komisi VI yang sudah mengundang dirinya dan kawan-kawannya. Doktif memperkenalkan sejumlah teman dan para korban skincare.
Doktif memperkenalkan sejumah Dokter yang ikut bersamanya. Ada Dokter Bintang sebagai riset dan ekspert stemcell, Dokter Namasrani, Dokter Ika, Influencer Teh Vera, Pengacara terkenal Sunan Kalijaga, Gatot dan korban-korban skincare.
Doktif mengatakan korban skincare terbagi dua yang mengalami kerusakan wajah dan kerusakan badan serta ada korban overclaim bernam Tifani.
Baca Juga: Kita Terlusuri Pasca Dilantik Prabowo, 12 Hari Menjabat Bupati Simalungun, Kadis PUTR Pindah
Kehadiran Doktif menjad heboh, karena tetap menggunakan ciri khasnya topeng wajah. Sejumlah anggota DPR RI sempat mermpersoalkan topengnya. Dewan mengatakan lembaga DPR RI ingin menggali lebih dalam persoalan skincare dengan sumber informasi terpercaya. Doktif menanggapi dengan tersenyum sipu.
Namun sejumlah dewan lainya mengganggap topeng Doktif sebagai kacamata. Sehingga DPR RI menilai kehadiran Doktif di Komisi VI tidak ada persoalan.
Komisi VI DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan sejumlah influencer di bidang kosmetik. Salah satu influencer bidang kosmetik itu dr Amira Farahnaz atau ‘dokter detektif’ (Doktif) hadir, Rabu 12 Maret 2025.
Doktif dalam kesempatan itu mengaku menjadi korban sebagai konsumen. Dia membeli dari e-commerce ketika live streaming dari chanel Bodyskin by Athena by Richard lee Palembang.
Doktif mengaku roduk ini sbeenarya sudah cukup heboh sejak tahun lalu, Ternyata Doktif mengaku dapat memberli melalui e-commerce seminggu lalu. Dia minta izin membuka paket tersebut dan ternyata berupa strip sebanyak lima buah.
Doktif pada kesempatan itu menanyakan kepada BPOM, apakah boleh jika produk tersebut , tidak ada kotak, tidak ada komposisi, tidak ada disebutkan asal pabriknya dan tidak ada izin edar.
Baca Juga: MAN Sibolga Gaungkan Pesan Ampunan Ramadan di Masjid Taqwa
Doktif mengatakan di produk tersebut ada tulisan WT. dan Doktif menginformasikan produk yang sempat dirinya hebohkan di Oktober atau November 2024.
Doktif mengaku produk ini hanya menjual stiker saja, dan Doktif mengatakan sudah dijual jutaan pieces dengan harga satuan Rp1,5 juta per buah.
Baca Juga: MAN Sibolga Gaungkan Pesan Ampunan Ramadan di Masjid Taqwa
Produk diakui mengandung tomat putih, ernyata tidak ada kandungan tomat putih dan sudah disampaiakn BPOM. Isinya produk sama, dengan membuang kotaknya dan dijual sachetan.
Ketika di live streaming, bentuknya seperti itu. Doktif menyatakan produknya sama. Penjualan seperti ini, dilarang BPOM. Disini ada tulisan Badan POM tapi sudah dicabut izin edarnya.
Klaim produk itu ada kandungan Lgrutation, ini ada lah brand yang sama dijual dengan harga Rp300 ribu. Produk ini dijual sudah bertahun tahun dan terjual jutaan buah.
DPR menanyakan terkait izin BPOM, tapi izin sudah dicabut. Akibat dibongkarnya, produk itu, DPR RI.
Baca Juga: Bupati Langkat Syah Afandin Sambut Kacab Baru Bank Mandiri P. Berandan, Ajak Perkuat Sinergitas
Hal sama juga disampaikan dr Maria Fansisca Dipl Cidesoo yang aktif sosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan dengan menjauhi produk-produk mengandung mercuri karena bisa membuat bayi cacat, autism dan penyakit bawaan lainnya. Karena mercuri bisa masuk melalui janin dan air susu ibu.






