matabangsa.com – Jakarta | Di tengah lonjakan ekspor Jakarta yang mencapai 30,87 persen sepanjang Januari–Oktober 2025, sektor perikanan justru mengalami kontraksi.
BPS DKI Jakarta mencatat ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun US$ 30,09 juta atau minus 6,99 persen.
Penurunan ini terjadi ketika komoditas lain seperti alas kaki justru melonjak hingga 102,12 persen.
Total ekspor Jakarta pada periode tersebut mencapai US$ 14.432,83 juta, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
Ekspor nonmigas juga naik 31,05 persen menjadi US$ 14.405,14 juta.
Pada Oktober 2025, ekspor Jakarta menyentuh US$ 1.623,44 juta atau naik 12,48 persen secara tahunan.
Ekspor nonmigas di bulan itu turut tumbuh 12,73 persen mencapai US$ 1.622,37 juta.
Penurunan terbesar berasal dari komoditas ikan, krustasea, dan moluska yang merosot US$ 26,61 juta atau minus 2,96 persen.
Amerika Serikat tetap menjadi tujuan ekspor utama dengan nilai US$ 1.865,80 juta sepanjang tahun.
Pasar Tiongkok dan Singapura terus menyerap produk Jakarta dengan kontribusi signifikan mencapai lebih dari 31 persen.
Ekspor dari sektor pertambangan juga turun US$ 0,76 juta atau minus 80 persen pada periode tersebut.
Pemerintah mengingatkan perlunya penguatan kualitas dan rantai pasok komoditas perikanan agar tidak terus mengalami tekanan.(***)
Tags: #EksporPerikanan, #EksporJakarta, #BPS2025, #EkonomiDaerah, #EksporNonmigas, #DataEkspor, #PerdaganganInternasional, #IndustriPengolahan, #KomoditasEkspor,
Foto: Aktivitas bongkar muat komoditas perikanan di pelabuhan Jakarta yang mengalami penurunan ekspor pada 2025. Screenshot BPS DKI Jakarta.






