Ekspor Sumatera Utara Melonjak 18,27 Persen, Industri Dominasi Pengiriman ke Pasar Global

Ekonomi, Sumut78 Dilihat

matabangsa.com – Medan | Ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari–Oktober 2025 mencatat kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara melaporkan nilai ekspor mencapai US$10.470,44 juta, meningkat 18,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Kenaikan ini memperlihatkan pemulihan stabil sektor perdagangan luar negeri di tengah dinamika ekonomi global.

Kinerja ekspor bulan Oktober 2025 juga menunjukkan tren pertumbuhan. Nilai ekspor tercatat sebesar US$1.176,97 juta, naik 13,45 persen dibandingkan Oktober 2024 yang hanya mencapai US$1.037,39 juta. Lonjakan ini didorong meningkatnya permintaan sejumlah komoditas unggulan dari mitra dagang utama.

Di antara golongan barang utama, komoditas lemak dan minyak hewani nabati menunjukkan peningkatan terbesar. Komoditas tersebut melonjak US$1.065,39 juta atau 31,45 persen pada periode Januari–Oktober 2025. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa sawit.

Golongan berbagai produk kimia juga mencatat pertumbuhan signifikan. Nilainya naik US$479,61 juta atau 42,93 persen, yang menjadikannya salah satu penyumbang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Utara sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, satu-satunya golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah ikan dan udang. Nilai ekspor komoditas perikanan tersebut turun US$17,15 juta atau 5,96 persen pada Januari–Oktober 2025. Penurunan ini diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan serta ketatnya standar impor di beberapa negara tujuan.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pasar utama bagi produk ekspor Sumatera Utara. Ekspor ke negara tersebut mencapai US$1.787,51 juta, diikuti Amerika Serikat dengan US$1.246,54 juta, serta India sebesar US$752,66 juta. Total kontribusi ketiga negara itu mencapai 36,17 persen dari keseluruhan ekspor.

Jika dilihat per kelompok kawasan, ekspor Sumatera Utara ke Asia di luar ASEAN menjadi yang terbesar. Nilainya mencapai US$3.852,61 juta atau 36,80 persen dari total ekspor Januari–Oktober 2025. Dominasi kawasan Asia menunjukkan kuatnya hubungan dagang regional.

Dari sisi sektor, ekspor Pertanian pada Januari–Oktober 2025 tumbuh US$63,16 juta atau 10,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk-produk hortikultura dan perkebunan tetap menjadi penopang utama sektor tersebut.

Sektor Industri tampil sebagai penyumbang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Utara. Sektor ini mencatat kenaikan US$1.434,85 juta atau 19,9 persen sepanjang Januari–Oktober 2025. Industri berkontribusi 93,04 persen terhadap total nilai ekspor, sementara sektor pertanian menyumbang 6,96 persen.

Secara keseluruhan, tren ekspor Sumatera Utara sepanjang 2025 menunjukkan penguatan yang konsisten. BPS menilai peningkatan permintaan global serta performa industri pengolahan menjadi faktor utama pendorong naiknya nilai ekspor daerah tersebut.(***)

Foto: Infografis BPS Sumut menunjukkan lonjakan ekspor Sumut sebesar 13,45 persen pada Oktober 2025.

Tags: #EksporSumut, #BPSSumut, #IndustriPengolahan, #KinerjaEkspor, #EkonomiSumut, #PerdaganganGlobal, #AsiaMarket, #PertumbuhanEkonomi, #DataBPS,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *