Gebyar Nuzulul Qur’an, Lapas Kelas I Medan Sukses Gelar Final MTQ Lapas/Rutan se-Sumatera Utara dan Santunan Anak Yatim

Blog7 Dilihat

matabangsa.com-Medan: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar kegiatan Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Lapas/Rutan se-Sumatera Utara yang dirangkaikan dengan Gebyar Nuzulul Qur’an serta santunan kepada anak yatim, pada Kamis (12/03/2026) bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Medan.

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan, sekaligus memperingati momentum turunnya Al-Qur’an yang memiliki makna penting bagi umat Islam.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi beserta seluruh jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Danramil Sunggal, Ketua MUI Kota Medan, Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia Kota Medan, para Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an, perwakilan Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara yang mengikuti babak final MTQ, para tokoh agama dan tamu undangan, terlebih khusus para keluarga dari para finalis MTQ yang hadir pada hari ini, serta seluruh hadirin yang dirahmati Allah SWT.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Final MTQ Lapas/Rutan se-Sumatera Utara yang diikuti oleh para peserta terbaik dari berbagai Lapas dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kemampuan membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an bagi para peserta.

 

Selain perlombaan MTQ, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata semangat berbagi dalam momentum bulan suci Ramadan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an ini merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

 

“Melalui kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan, serta membentuk karakter warga binaan yang lebih baik sehingga menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fonika Affandi.

 

Kegiatan Gebyar Nuzulul Qur’an dan Final MTQ Lapas/Rutan se-Sumatera Utara ini kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, yang dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual bagi warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan, serta didokumentasikan sebagai bagian dari laporan kegiatan pembinaan kepribadian di Lapas Kelas I Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *