Medan — Musibah kebakaran yang melanda kawasan Pasar Pekong Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, menyisakan duka sekaligus pengingat bahwa dalam setiap kejadian tak terduga, selalu ada ruang untuk kepedulian hadir, Rabu (26/02/2026).
Di tengah situasi tersebut, Ikatan Keluarga DPRD Kota Medan turun langsung memberikan donasi bantuan kepada warga yang terdampak. Tanpa banyak seremoni, bantuan diserahkan sebagai bentuk empati—sesuatu yang sering kali lebih terasa daripada sekadar kata-kata.
Pengurus dan anggota Ikatan Keluarga DPRD Kota Medan hadir menyapa warga, membawa bantuan sekaligus perhatian. Dalam nuansa Horatian yang ringan, momen ini terasa sederhana: tidak ada panggung besar, tidak ada agenda panjang—hanya interaksi antara yang memberi dan yang menerima.
Kebakaran memang datang tanpa undangan, dan sering kali meninggalkan kehilangan yang tidak sedikit. Namun di sisi lain, peristiwa seperti ini juga memperlihatkan bagaimana solidaritas bekerja—pelan, tapi nyata.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak. Harapan yang mungkin terdengar singkat, tetapi memiliki arti panjang bagi mereka yang sedang memulai kembali dari nol.
Dalam suasana seperti ini, tidak banyak yang bisa dilakukan sekaligus. Namun langkah kecil seperti ini tetap berarti—karena dalam kondisi sulit, perhatian sekecil apa pun bisa terasa besar.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang donasi, tetapi juga tentang kehadiran. Tentang menunjukkan bahwa di tengah musibah, warga tidak sendiri.
Dan jika dari kejadian ini tersisa satu hal yang bisa diingat, mungkin bukan hanya tentang api yang sempat menyala, tetapi juga tentang kepedulian yang datang—dan memilih untuk tetap tinggal lebih lama.






