matabangsa.com – Medan | Meski inflasi Sumatera Utara berhasil turun dari 5,32% menjadi 4,97%, berbagai pihak menilai tren tersebut belum cukup kuat untuk memastikan stabilitas harga pangan. Tekanan publik kini mengarah pada tuntutan agar Pemprov Sumut mempercepat intervensi dan memperluas langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
Penurunan inflasi yang diapresiasi Kemendagri dinilai sebagai capaian awal, namun bukan akhir. Banyak kalangan menyoroti bahwa angka 4,97% masih tergolong tinggi dan dapat kembali meningkat jika pasokan terganggu atau intervensi pemerintah tidak konsisten.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap langkah Sumut seperti operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah. Namun, sejumlah analis ekonomi menilai bahwa ketergantungan terhadap intervensi jangka pendek harus dikurangi dengan memperkuat produksi lokal.
“Penurunan ini penting, tetapi sifatnya belum stabil. Sumut masih sangat rentan terhadap fluktuasi harga cabai dan bawang merah. Pemda harus memastikan pasokan tidak hanya bergantung pada daerah lain,” ujar seorang pengamat ekonomi regional Elfanda, beberapa pekan lalu.
Langkah Pemprov membeli cabai dari Jember sebanyak 50 ton dinilai efektif sebagai tindakan cepat, namun menjadi alarm bahwa produksi dalam daerah belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar.
Wakil Gubernur Sumut Surya dalam Rakor inflasi menyebut bahwa intervensi beras melalui SPHP sudah mencapai 34,90 juta kg. Namun beberapa kabupaten masih melaporkan kenaikan harga di tingkat pedagang pengecer, terutama saat cuaca ekstrem memengaruhi distribusi.
Sementara itu, BPS mengungkap bahwa penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Sumut dipicu turunnya harga cabai merah, beras, dan bawang merah. Namun, penurunan ini belum merata di semua kabupaten/kota dan berpotensi naik kembali menjelang Natal dan Tahun Baru.
Aktivis kebijakan publik mendesak pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota. “Intervensi harus diperluas, terutama pada rantai pasok. Banyak persoalan ada di tingkat distribusi, bukan sekadar stok,” tegasnya.
Situasi ini menjadi momentum penting bagi Pemprov Sumut untuk membuktikan keseriusan dalam menjaga stabilitas harga pangan. Publik berharap penurunan inflasi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga terasa langsung di meja makan masyarakat.(***)
Tags:
#InflasiSumut, #PengendalianHarga, #EkonomiDaerah, #StabilisasiPangan, #PemprovSumut, #BPS, #Kemendagri, #OperasiPasar, #CabaiMerah





