matabangsa.com – Jakarta: Indonesia sebagai tujuan investasi manufaktur menarik banyak investor, di tahun 2025 nilai investasi masuk diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah lantas pabrik-pabrik apa saja yang dibangun di Indonesia dengan investasi jumbo. Biar kamu-kamu enggak penasaran yuk langsung aja kita ulas peringkatnya.
Urutan 20 dipegang PT Sunda Asia Pacific Hightech menginvestasikan dananya Rp1,91 triliun untuk pembangunan pabrik motor listrik baru di kawasan industri Kendal Jawa Tengah yang pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2024 dan akan selesai di tahun 2025.
Baca Juga: Berkembangnya AI, Bill Gates Prediksi Guru dan Dokter akan Hilang dalam 10 Tahun Mendatang
Masuk peringkat 19, pada Kamis 27 Februari 2025, PT Astra Daihatsu Motor meresmikan pembangunan pabrik barunya keenam berlokasi di Karawang Asembli Plan 2 dengan nilai investasi sebesar Rp2,9 triliun. Pabrik ini dibangun sejak bulan September tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.
Peringkat 18, PT Honay Lorenes perusahaan memproduksi semen dan keramik kemasan hasil produksi ini telah menginvestasikan dananya untuk pembangunan pabrik semen dan keramik berlokasi di Timika Papua Tengah dengan nilai investasi sebesar Rp3,1 triliun nantinya pabrik ini akan mulai dibangun di tahun 2025 dan akan siap beroperasi di tahun 2027 mendatang.
Masuk peringkat ke-17, adalah pembangunan pabrik panel surya asal Amerika Serikat di kawasan industri Batang Jawa Tengahyang telah menginvestasikan dananya sekitar Rp8 triliun lebih. Pabrik ini mulai dibangun sejak tahun 2024 dan ditargetkan selesai di tahun 2025.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Nyata, Ricky Anthony Bantu Korban Kebakaran di Wampu, Langkat
Berikutnya urutan 16, pabrik pemurnian emas terbesar di dunia dimiliki PT Freeport Indonesia yang baru saja diresmikan Bapak Presiden Prabowo di kawasan industri port Estate Gresik Jawa Timur yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp10 triliun.
Berikutnya urutan 15, pembangunan pabrik baru PT Pusri 3BI 15 dengan nilai investasi sebesar Rp10,5 triliun yang sedang dibangun di Palembang sejak Desember tahun 2023 lalu yang pengerjaannya ditargetkan selesai pada tahun 2027 mendatang.
Peringkat ke-14, PT Candra Asri Tbk (PT Chandra Asri Alkali) siap bangun pabrik kimia baru di Cilegon dengan nilai investasi sebesar Rp15 triliun nantinya ditargetkan rampung pada 2027 mendatang.
Peringkat 13, proyek pembangunan pabrik pupuk PT Pupuk Indonesia di Fakfak Papua Barat akan dimulai pada awal tahun 2025 untuk sarana pendukung pembangunan pabrik dan konstruksinya pun akan dimulai di tahun 2026 nilai investasi untuk pembangunan pabrik ini berkisar Rp15 triliun pembangunan pabrik pupuk di Fakfak diperkirakan akan memakan waktu sekitar 40 bulan atau siap beroperasi pada tahun 2028 sampai tahun 2029 mendatang.
Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Hampir 2 Tahun Melawan Stroke dan Tinggal Bersama Anaknya
Berikutnya, urutan 12, Apple akan segera membangun Pabrik Airtag di Batam dengan nilai investasi mencapai Rp15,9 triliun yang pembangunan pabriknya dijadwalkan rampung dan beroperasi di tahun 2026 mendatang.
Berikutnya, peringkat 11, Pabrik BYD, sedang membangun pabrik kendaraan listrik asal Cina dengan nilai investasi sebesar Rp16,3 triliun. Pabrik ini dibangun di kawasan industri Subang Jawa Barat yang pembangunannya ditargetkan rampung di tahun 2025.
Peringkat ke-10, pabrikan produsen baterai listrik milik Cina CATL memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp18 triliun yang pembangunannya ditargetkan selesai pada tahun 2026 mendatang. CATL adalah salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia dengan pangsh pasar lebih dari 37,5% produsen baterai listrik dunia.
Kemudian urutan ke 9, PT Green Indonesia Alumina (PT GIA) memulai pembangunan pabrik smelter pengolahan Bauksit menjadi alumina di Provinsi Bangka Belitung dengan nilai investasi sekitar Rp28 triliun.
Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Hampir 2 Tahun Melawan Stroke dan Tinggal Bersama Anaknya
Kemudian, urutan 8, PT Indah Kiat Pulp Paper dengan nilai investasi sebesar Rp57 triliun pabrik kertas ini dibangun sejak tahun 2023 di Karawang Jawa Barat pembangunannya ditargetkan rampung di tahun ini.
Berikutnya, urutan ke-7, Kabupaten Kayong Kalimantan Barat akan dibangun smelter baru atau pabrik baru pengolahan bauksit dan aluminium di Pulau Penebang yang akan siap dibangun di tahun ini. Maka ini merupakan proyek strategis nasional yang di bangun dengan nilai investasi sebesar Rp59 triliun.
Peringkat ke-6, pabrik Lotte Chemikal Indonesia yang berlokasi di Cilegon Banten akan menyelesaikan pembangunan pabriknya di tahun ini yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp65 triliun. Proyek puluhan triliun ini sempat mangkrak sejak tahun 2016, tapi mulai berproduksi pada tahun 2025.
Berikutnya, peringkat ke-5, China membangun pabrik smelter pengolahan nikel dan pabrik pembuatan baja di kawasan industri khusus Sorong Papua Barat dengan menginvestasikan dananya sebesar Rp75 triliun. Pembangunan pabrik ini sudah dimulai sejak tahun 2024 yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Papua.
Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Hampir 2 Tahun Melawan Stroke dan Tinggal Bersama Anaknya
Berikutnya, posisi ke-4, PT Aneka Tambang atau di singkat Antam menggandang investor dari Cina CATL, sebuah perusahaan teknologi energi terkemuka di Cina, membangun semelter pengolahan barang baku untuk baterai kendaraan listrik yang berlokasi di Halmahera Maluku Utara. Menginvestasikan sekitar Rp86 triliun smelter ini dirancang untuk menyediakan bahan baku penting bagi baterai kendaraan listrik menjadi komponen vital dalam industri kendaraan listrik yang semakin mengglobal saat ini
Berikutnya urutan ke-3, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menggelontorkan dana sekitar Rp143 triliun untuk membangun pabrik smelter permurnian dan pemrosesan nikel. Smelter ini terletak di tiga lokasi yakni Pemala Morowali dan Sorowako pembangunan smelter di tiga lokasi di Pulau Sulawesi ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 mendatang.
Posisi ke-2, produsen kaca asal China, XINYI Group di Rempang Eco City Batam dipastikan akan segera dimulai pada tahun 2025 menginvestasikan dananya sekitar Rp174 triliun pembangunan pabrik ini adalah bagian dari proyek besar XINYI Group, lahan yang dikembangkan mencapai 8.142 hektar dari total area Pulau Rempang yang mencapai 17.600 hektar.
Posisi puncak atau peringkat ke-1, dengan nilai investasi terbesar adalah perusahaan raksasa asal Amerika Serikat Exxon Mobil telah menginvestasikan 243 triliun lebih untuk membangun pabrik petrokimia dan fasilitas proyek penyimpanan karbon di sekitar Selat Sunda.
Ayo, kepada adek-adek semua, yang masih mencari pekerjaan, segera layangkan lamaran ke perusahaan tersebut.
sumber berita diambil dari youtube Worldtravel 77: https://www.youtube.com/watch?v=kTDyZadCvME






