IPM Banten Capai 76,35, Umur Harapan Hidup Naik Jadi 74,97 Tahun

Banten, Ekonomi, Nasional394 Dilihat

matabangsa.com – Banten | BPS Banten merilis data terbaru mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi tersebut. Dalam laporan itu, IPM Banten berada pada angka 76,35 dan menunjukkan tren peningkatan. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

Umur Harapan Hidup (UHH) di Banten mencapai 74,97 tahun. Angka ini membuktikan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik. UHH yang meningkat juga menunjukkan keberhasilan program kesehatan preventif dan kuratif.

Peningkatan IPM terjadi di tengah berbagai tekanan ekonomi. Jumlah penduduk miskin masih tercatat sebesar 772.720 orang atau 5,63 persen dari total populasi. Pemerintah daerah harus memastikan peningkatan kapasitas manusia dapat menekan laju kemiskinan.

Gini Ratio Banten berada pada angka 0,33, menunjukkan ketimpangan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah perlu memperluas akses pendidikan dan lapangan kerja untuk mengurangi kesenjangan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,64 persen menandakan tantangan besar dalam penyediaan lapangan kerja. TPAK sebesar 65,93 persen menunjukkan bahwa penduduk usia produktif siap bekerja, namun peluang belum merata.

Pertumbuhan ekonomi Banten hanya 1,39 persen. Pertumbuhan ini masih jauh dari optimal, terutama untuk provinsi yang menjadi pusat industri dan perdagangan nasional. PDRB ADHB mencapai Rp232.230,1 miliar dan ADHK Rp139.125,36 miliar.

Inflasi Banten yang berada pada level 0,57 persen relatif stabil, dengan IHK mencapai angka 108,51. Stabilitas ini perlu dijaga agar daya beli masyarakat tetap kuat. Namun konsumsi rumah tangga masih melemah akibat tingginya TPT.

Kepadatan penduduk Banten mencapai 1.329 jiwa per km² dengan total penduduk mencapai 12,43 juta jiwa. Tekanan terhadap layanan dasar seperti sekolah dan fasilitas kesehatan semakin meningkat setiap tahun.

Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 112,07 menunjukkan sektor pertanian masih memberikan keuntungan bagi petani. Indeks Harga yang Dibayar Petani berada pada angka 126,53 dan Indeks Harga yang Diterima mencapai 141,81.

Nilai ekspor Banten masih berada di angka 1.121,75 juta dolar AS, sementara impor mencapai 3.418,87 juta dolar AS. Neraca perdagangan masih defisit dan perlu perhatian serius dari sektor industri.

Meningkatnya IPM Banten harus diikuti dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah perlu memperluas akses pendidikan vokasi dan kesehatan masyarakat untuk menjaga tren positif IPM.

Pemerintah Banten optimistis peningkatan IPM dapat menjadi modal sosial untuk mempercepat pembangunan daerah. Investasi sumber daya manusia dianggap kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi global.(***)

Tags: #IPMBanten, #PembangunanManusia, #KesehatanBanten, #BPSSumatera #EkonomiDaerah #StatistikBanten #UHHBanten #KemiskinanBanten #PendidikanBanten

Caption Foto: Siswa sekolah mengikuti kegiatan belajar di Banten, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan. Screenshot BPS Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *