Kankemenag Nias Utara Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa

Agama56 Dilihat

matabangsa.com – Nias Utara : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara mensukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa ini merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka memperingati hari bumi internasional yang jatuh tepat pada tanggal 22 April 2025.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara ikuti serta dalam gerakan ini yang dilaksanakan dilaham kosong disamping Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara tepat di hari Bumi pada hari ini, Selasa (22/04).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara Yamamoni Laoli, M.M. disela-sela kegiatan penanaman pohon matoa menyampaikan harapannya dengan gerakan ini. Yaman berharap dengan gerakan ini bisa menjaga kondisi alam khususnya alam di Kabupaten Nias Utara.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Sumut Bersama Wagubsu Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa

Yaman juga berharap agar Pohon Matoa ini bisa tumbuh subur dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya. Kepala Kantor menjadi orang pertama yang melaksanakan penanaman pohon matoa dilanjutkan dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Safnal Rasyad Kabu, SE, M.I.Kom dan seluruh Kepala Seksi dan Kepala KUA di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara.

Dalam keterangannya, Yaman menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara telah menyepakati dengan pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara jumlah pohon yang ditanaman sejumlah 10 Pohon. Yaman menyampaikan keterbatasan bibit Pohon Matoa menjadi alasan penentuan jumlah pohon yang di tanam. Ia bersyukur dapat menyediakan bibit pohon Matoa untuk merealisasikan gerakan menanam 1 juta pohon Matoa ini. 

Diakhir acara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Safnal Rasyad Kabu menyampaikan laporannya kepada Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Utara bahwa pihaknya telah sukses melaksanakan gerakan penanam 1 juta pohon secara serentak di seluruh Indonesia.

Safnal berharap gerakan ini tidak hanya berhenti sampai disini, tapi masih ada penanaman pohon-pohon lain di waktu yang berbeda. Ia berharap seluruh satker juga bisa mengikuti gerakan ini meskipun dengan pohon matoa saja. Karena menurutnya kegiatan ini sangat bagus untuk memelihara bumi dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *