Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Sibolga menggelar kegiatan penyerahan Bantuan Bentuk Barang Dari DIPA Satuan Kerja Bimas Islam Tahun Anggaran 2025 untuk Kelompok Kerja (POKJA) Majelis Taklim Kankemenag Kota Sibolga, Jum’at (28/02) di halaman Kankemenag Kota Sibolga.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, S.H.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, majelis taklim berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman agama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak yang luhur.
Baca Juga: Bagus Ditiru, Ini Momen Kemenag Sibolga Sambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H Dengan Saling Memaafkan
“Namun, di era modern ini, keberadaan majelis taklim menghadapi berbagai tantangan. Seperti menurunnya minat generasi muda, perubahan gaya hidup, serta pengaruh media sosial yang tidak selalu positif. Oleh karena itu, kita perlu mencari strategi agar majelis taklim tetap eksis dan semakin berkembang,” ujar Kakankemenag Kota Sibolga.
Kakankemenag Kota Sibolga menyampaikan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan eksistensi majelis taklim di tengah masyarakat. Seperti memperluas jangkauan dan keberagaman kegiatan. Sebab, majelis taklim tidak hanya berfokus pada kajian keislaman, tetapi juga dapat mengembangkan program inovatif. Seperti pelatihan keterampilan, kajian tematik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta program sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Kemudian, memanfaatkan media sosial untuk melaksanakan kajian keislaman untuk disiarkan secara langsung atau diunggah dalam bentuk video dan podcast. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak jamaah, terutama generasi muda.
Baca Juga: Pejabat Kemenag Labura Tandatangani Pakta Integritas
Tidak hanya itu, majelis taklim juga dapat berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, serta komunitas lokal. Untuk memperkuat eksistensi majelis taklim. Sebab, dukungan dari berbagai pihak akan memungkinkan terselenggaranya kegiatan yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Menurut Kakankemenag Kota Sibolga, majelis taklim juga harus melakukan pendekatan dakwah yang fleksibel, komunikatif dan relevan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat, sehingga dapat lebih efektif dalam menarik minat jamaah.
Para mubalig dan ustaz di majelis taklim diharapkan dapat menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan jamaah.
Dengan adanya penyerahan ini, kata Kakankemenag Kota Sibolga, diharapkan majelis taklim di Kankemenag Kota Sibolga semakin berkembang. Sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran keislaman yang inklusif, serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Sibolga. (***)






