Kegiatan Bhakti Sosial Pemuda Peduli di Medan Tungtungan Berlangsung Sukses Meski Hadapi Tantangan Lokal

Hankam27 Dilihat

Matabangsa.com – Medan: Kegiatan Bhakti Sosial Pemuda Peduli di Kota Medan, khususnya di wilayah Medan Tungtungan, berlangsung dengan sukses pada hari Selasa, 26 September 2023, mulai pukul 09.30 hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Lahan Taman Kuburan Simalingkar-B, Jalan Bunga Rambe, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tungtungan.

Kegiatan Bhakti Sosial ini merupakan bagian dari program Koordinasi Sinkronisasi dan Penyelenggaraan Peningkatan Kapasitas Daya Saing Pemuda Pelopor tahun 2023. Kegiatan ini mencakup sejumlah agenda, antara lain: Penanaman 200 batang pohon Durian di sekitar pemakaman, Layanan Cek Darah gratis, Donor Darah dan Pasar Murah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk: Kadispora Medan, Pulungan Harahap, SH., M.Si, Perwakilan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Medan, Muspika Medan Tungtungan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Puskesmas Medan Tungtungan. Para Lurah di Kecamatan Medan Tungtungan,  Ketua Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (IKAHUT USU), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda dan Sekitar 200 peserta dari Pemuda Peduli.

Susunan acara mencakup pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, laporan kegiatan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan, sambutan dari Kadispora Kota Medan, pengalungan tanda peserta, penanaman pohon, periksa kesehatan, donor darah, dan pasar murah.

Namun, pada pukul 10.00 WIB, saat kegiatan penanaman pohon berlangsung, sekelompok lima warga yang dipimpin oleh Sdri. Talenta br. Bangun dan Nia Br. Bangun muncul dan mengklaim sebagai ahli waris dari Almarhum Zaman Bangun, yang merupakan pemilik tanah tersebut. Mereka menolak penanaman pohon durian di tanah mereka.

Lurah Simalingkar-B, Sdr. Gunawan Parangin angin, menjelaskan bahwa tanah yang menjadi lokasi penanaman adalah milik Pemerintah Kota Medan dan telah memiliki sertifikat atas nama Pemko Medan. Namun, pihak ahli waris tetap menolak penanaman pohon di lokasi tersebut.

Setelah diskusi di lokasi, diputuskan untuk tidak menanam pohon di tanah yang dipermasalahkan oleh ahli waris tersebut, sambil menunggu proses lebih lanjut.

Kegiatan inti selesai pada pukul 11.30 dan diikuti oleh kegiatan tambahan dalam situasi yang kondusif. Meskipun menghadapi tantangan lokal, Bhakti Sosial Pemuda Peduli tetap berjalan dengan lancar dan sukses.(dave)

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *