Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek

Nasional35 Dilihat

Isi Konten

  • Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek
  • Direktur PT Aplikasi Karya Anak Bangsa pada tahun 2020
  • MSJ, selaku Pemilik PT Go-Jek Indonesia
  • FHK, Senior Division Manager dari PT Datascrip

Jakarta, 14 Juli 2025 – Kejaksaan Agung terus tancap gas mengusut perkara dugaan korupsi dalam Program Digitalisasi Pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hari ini, Senin (14/7), tiga orang saksi kembali dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS).

Demikian disampaikan Kapuspenkum Kejagung DR Harli Siregar SH Mhum Senin 14 Juli 2025.

Ketiga saksi tersebut bukan nama sembarangan. Mereka adalah AS, yang menjabat sebagai Direktur PT Aplikasi Karya Anak Bangsa pada tahun 2020, kemudian MSJ, selaku Pemilik PT Go-Jek Indonesia, serta FHK, Senior Division Manager dari PT Datascript.

Meski belum ada penjelasan lebih lanjut soal detail keterlibatan masing-masing, namun pemeriksaan ini disebut bagian dari upaya mendalami perkara dugaan korupsi pada program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek yang berlangsung dari tahun 2019 hingga 2022.

“Pemeriksaan ini untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, dalam keterangannya hari ini.

Program Digitalisasi Pendidikan sendiri dulunya digadang-gadang sebagai lompatan besar menuju sistem pembelajaran yang lebih modern dan berbasis teknologi. Sayangnya, kini program itu justru terseret dalam pusaran dugaan penyelewengan anggaran.

Kejagung belum merinci berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini, namun sumber di internal menyebut angkanya cukup fantastis karena menyangkut pengadaan perangkat teknologi untuk ribuan sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan pemeriksaan tiga saksi baru ini, publik berharap penyidikan terus berprogres dan mengarah pada pihak-pihak yang paling bertanggung jawab. Apalagi, korupsi di dunia pendidikan sangat berdampak pada masa depan generasi muda.

Tim JAM PIDSUS memang belakangan terlihat sangat aktif dalam membidik kasus-kasus besar. Bukan hanya Kemendikbudristek, sebelumnya sejumlah instansi lain juga ikut terseret dalam perkara korupsi skala nasional.

Belum ada keterangan apakah ketiga saksi hari ini akan kembali dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan. Namun penyidik diyakini akan terus menggali informasi dari berbagai pihak demi mengungkap aktor utama di balik dugaan korupsi ini.

Publik kini menantikan, apakah dari hasil pemeriksaan ini akan berlanjut pada penetapan tersangka baru atau bahkan pemanggilan saksi-saksi strategis lainnya. Yang jelas, Kejaksaan Agung tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat.(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *