Kemenag Humbahas adakan Pembinaan Dai dan Daiyah

Agama40 Dilihat

matabangsa.com – Doloksanggul : Dalam upaya meningkatkan strategi dakwah di era teknologi informasi dan dunia digital sekarang ini serta meningkatakan pemahaman nilai nilai moderasi beragama bagi para Da’I dan Da’iyyah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Seksi Pendidikan dan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan Pembinaan Da’I dan Da’iyyah tingkat kab Humbang Hasundutan, Selasa (18/03/2025).

Kegiatan yang berlangsung pada hari ini dilaksanakan di aula Hotel Martabe Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, selain dihadiri 25 peserta para Da’I dan Da’iyyah utusan dari masing masing kabupaten/kota se-Humbang Hasundutan, juga dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Humbang Hasundutan Rasidin Barasa bersama Kepala Seksi (Kasi), dann para staf Bimas Islam lainnya serta kepala Kua.

Pada kesempatan itu, Kakan Kemenag Kemenag, Rasidin Barasa memberikan apresiasinya atas pelaksanaan pembinaan para Da’I dan Da’iyyah tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Humbang Hasundutan.

Baca Juga: Kemenag Dairi Tetapkan Kadar Zakat Fitrah, Zakat Maal, dan Fidyah Tahun 1446 H/2025 M untuk Kabupaten Dairi

“Kegiatan ini sangat penting dilaskanakan selain dalam rangka pengembangan dakwah serta mewujudkan Humbang Hasundutan yang rukun, damai dan tentram. Tak hanya itu saja, para Da’I dan Da’iyyah harus menjadi penyampai risalah yang mengedepankan sikap moderasi,” kata Kakankemenag.

Dalam menyeru umat, lanjut Rasidin menjelaskan, harus mengedepankan kebijaksanaan, memberi teladan dan pelajaran yang baik serta diskusi dengan santun. Dakwah Islam adalah impian umat untuk menjadikan Islam Rahmatan Lil Alamin, tujuannya menjadi umat terbaik, dan seorang Dai/Daiyah adalah panutan tolak ukur di tengah tengah masyarakat.

“Peran Dai/Daiyah sangat penting dalam menyampaikan pesan pesan keagamaan. Untuk itu saya berharap kepada para Dai/Daiyah Humbang Hasundutan kiranya bisa menjadi pelita bagi masyarakat agar keislaman umat dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

Selanjutnya dalam pembinaan kepada para Da’I dan Da’iyyah ini dakwah Islam di era teknologi informasi dan digital tidak bebas dari berbagai kendala dan tantangan, setidaknya tantangan dakwah Islam tersebut berkaitan dengan akses globalisasi dan kenyataan pluraritas agama. Kemajuan pesat Iptek telah mentransformasikan peradaban manusia dari kultur pertanian ke industry kemudian kea bad informasi dan komunikasi.

Baca Juga: Terima Hibah Tanah Untuk Kantor KUA Sei Kepayang, Kakankemenag Asahan: Diberdayakan Untuk Pelayanan Keagamaan Berdampak

Olehnya peran dakwah di era digital sangat signifikan untuk memelihara dan menyaring (Memfilter) berbagai serangan pemikiran, ideology dan paham yang dapat memcah belah umat manusia yang terbungkus dalam penyajian informasi baik media massa, media sosial dan media online lainnya, Disinilah peran para Da’I/Da’iyyah sangat dibutuhkan.

“Maksud dan tujuan diadakan pembinaan ini yakni memberikan pemahaman bagi para Da’I dan Da’iyyah tentang strategi dakwah baik lewat media elektronik maupun di media sosial dan media online lainnya serta memberikan penguatan moderasi beragama bagi para Da’I dan Da’iyyah untuk dapat melahirkan materi materi dakwah yang menyejukan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *