Jakarta, 24 Januari 2026 – Liga Golf Alumni Perguruan Tinggi 2026 resmi dibuka sebagai ruang pertemuan lintas generasi alumni perguruan tinggi, yang mempertemukan semangat kompetisi dengan nilai persaudaraan di Social Room 1 Top Golf Fatmawati, Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2025. Kompetisi ini menjadi inisiatif kolektif alumni lintas perguruan tinggi yang bertujuan merawat silaturahmi, memperkuat sportivitas, serta membangun ruang kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar ajang olahraga, liga ini dirancang sebagai medium silaturahmi berkelanjutan, tempat karakter, etika, dan sportivitas dirawat dalam suasana kompetisi yang sehat dan penuh kebersamaan.
Berangkat dari tradisi panjang turnamen tahunan Tri Warga yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan melibatkan alumni ITB, UI, dan UGM, Liga Golf Alumni 2026 hadir sebagai pengembangan konseptual yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan. Untuk pertama kalinya, liga ini mempertemukan lima perguruan tinggi: ITB, UI, UGM, ITS, dan IPB, dalam format liga kompetitif yang dirancang dengan semangat kebersamaan dan fairness. para inisiator menilai perlu adanya wadah baru yang lebih inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan, tanpa menghilangkan ruh persaudaraan yang telah lama terbangun.
“Kegiatan ini lahir dari kecintaan dan semangat kami terhadap olahraga golf. Kami meyakini bahwa golf bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarana membangun karakter, mempererat relasi, serta menjaga nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan,” ujar Adhika Caksana selaku Ketua PGG dan Tournament Owner Liga Golf Alumni 2026 dalam sambutannya.
Filosofi Liga Golf Alumni: Kompetisi yang Menjunjung Sportivitas dan Memperkuat Kebersamaan
Liga Golf Alumni 2026 dibangun di atas keyakinan bahwa dalam diri manusia selalu hidup dua dorongan mendasar: jiwa sosial dan jiwa kompetisi. Keduanya bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat agar saling menguatkan.
“Jiwa kompetisi, apabila dikelola secara sehat dan beriringan dengan nilai-nilai sosial, justru menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan pribadi, kedewasaan, dan semangat saling menghargai,” sambung Adhi Caksana dalam pembukaan acara.
Liga ini juga secara sadar menempatkan diri bukan sebagai ajang atletik profesional, melainkan ruang pembelajaran bersama lintas usia dan latar belakang. Dengan pembagian kategori reguler dan senior, liga ini menegaskan bahwa semangat berkembang dan berkompetisi tidak mengenal batas usia.
“Kami sepenuhnya menyadari bahwa peserta liga ini bukan atlet dan bukan lagi usia muda yang prima. Justru di sinilah esensinya, bahwa semangat belajar, berkembang, dan berkompetisi secara sehat tidak mengenal usia maupun latar belakang,” lebih lanjut Adhika Caksana dalam pernyataan tersebut.
Secara teknis Liga Golf Alumni akan dihelat dengan kombinasi single match dan four ball, serta pembagian kategori reguler dan senior. Sementara untuk jangka waktu jalannya Liga Golf Alumni, Kompetisi akan berlangsung selama lima bulan, dari 29 Januari hingga 26 Mei 2026, dengan jeda selama bulan Ramadan.
“Liga Golf Alumni memberikan dua kategori reguler dan senior atau dibatasi usia 55 tahun ke atas. Artinya yang sampai tanggal 27 Januari ini sudah berumur 55, maka sepanjang kompetisi akan dianggap sebagai pemain senior,” papar Anar Arsyid selaku Komite Penyelenggara Kompetisi.
Liga Golf Alumni 2026 mengadopsi dan mengembangkan format Liga Golf Jakarta, dengan sistem team match play, melibatkan 14 pemain dari total 30 pemain terdaftar dalam 9 match di setiap pertandingan.
“Kompetisi ini akan ada 14 pemain yang bermain dalam satu game dari sembilan match. Jadi dengan detail dua single reguler, dua single senior, lalu kemudian dua four ball senior, dan tiga four ball reguler. Jadi ada 14 pemain.” Lebih lanjut Anar Arsyid menjelaskan perincian teknis kompetisi Liga Golf
Mengenai kepesertaan Anar Arsyid memaparkan, “ada lima peserta yang terlibat, yaitu Persatuan Golf Ganesha ITB, Pergola UI, Kagama Golf Club UGM, Persatuan Golf Alumni IPB, dan Persatuan Golf Alumnis ITS. Masing-masing klub ini menurunkan daftar pemain sebanyak 30 pemain”
Menutup pemaparannya Anar Arsyid menjelaskan, “setiap week ini akan ada satu tim istirahat. Masing-masing tim akan mendapat jatah satu kali off game. Lalu sampai pada pekan ke-6 kita rencanakan melakukan babak final yang sudah kita tentukan terlebih dahulu yaitu di Quest Course.” Lebih lanjut ia menambahkan, “kita hanya akan nanti mengambil dua tim teratas yang kita dapatkan dari babak penyesihan.”
Seluruh pertandingan diselenggarakan di Gunung Geulis Country Club, menggunakan kombinasi East Course dan West Course, guna menjaga konsistensi kualitas permainan. Regulasi pertandingan mengacu pada Rules of Golf terbaru (2023) serta local rules resmi Persatuan Golf Indonesia (PGI).
“Kita belum adopsi semua, hanya mengadopsi beberapa ketentuan model lokal rules yang sudah resmi. PGI kebetulan belum mengeluarkan model hard card yang terbaru, sehingga beberapa clarification kemarin itu belum diadopsi di hard card. Yang kita nanti akan pakai selain peraturan model terbaru 2023, kita mempergunakan peraturan setempat yang ada di dalam hard card PGI tahun 2025,” tutur Alwi Hasan sebagai Tournament Director.
Alwi menambahkan dalam penjabarannya, “Nanti mungkin ada beberapa additional local rules yang dilintaskan pada saat game dilakukan. Kemudian berikutnya dari sisi teknis, kita juga akan menurunkan 2 referee dan 1 tournament director, sehingga harapannya adalah kalau ada dispute atau pertanyaan ruling dari beberapa peserta tetap bisa dijaga bahwa itu sesuai dengan peraturan golf yang berlaku.”
Liga Golf Alumni 2026 membawa semangat dan ingin menghadirkan ruang kompetisi yang sehat, solid, dan menjunjung tinggi sportivitas. Tempat setiap peserta bisa saling belajar, saling menghargai, dan menikmati prosesnya.
Lebih dari Sekedar Turnamen
Penyelenggara menegaskan bahwa Liga Golf Alumni 2026 bukan terfokus pada ambisi kemenangan semata. Liga ini diproyeksikan sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang antar alumni yang kelak dapat bermuara pada kegiatan sosial, jejaring lintas profesi, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa dari kompetisi yang dikelola dengan baik dan dilandasi niat yang tulus, saya garis bawahi, dari niat yang tulus akan lahir berbagai hal positif lainnya. Baik dalam bentuk persahabatan, kolaborasi, kegiatan sosial, maupun kontribusi nyata yang dapat dilakukan bersama di masa yang akan datang. Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk hari di depan,” tutur Adhi Caksana menguraikan makna Liga Golf Alumni 2026.
Panitia percaya Liga Golf Alumni bukan sekadar seremoni dan untuk hari ini saja. Tetapi dapat membawa dampak positif, kolaborasi, dan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat.
Merawat Persaudaraan di Luar Lapangan
Di tengah kompetisi, nilai utama yang terus dijaga adalah persaudaraan. Liga Golf Alumni Perguruan Tinggi 2026 diharapkan menjadi kalender tetap yang tidak hanya mempertemukan alumni dalam rivalitas sehat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, menjaga semangat kebersamaan, dan menumbuhkan nilai-nilai positif yang terus hidup di luar lapangan golf. Karena bagi kami, golf is golf, golf is life,” beber panitia penyelenggara Liga Golf Alumni yang sedang menginisiasi format baru kompetisi.
Liga ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari komunitas golf dan organisasi terkait, termasuk Persatuan Golf Indonesia, yang menilai format liga ini sebagai ruang kompetisi yang adil, profesional, dan bermakna bagi pegolf alumni.
Sesi akhir ditandai dengan foto cinderamata dan pembukaan piala Liga Golf Alumni 2026 dari masing-masing alumni perguruan tinggi negeri yang menjadi peserta acara.






