MTsN 4 Langkat Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Mengajar

Pendidikan34 Dilihat
 
MTsN 4 Langkat pada hari ini, Senin (24/2/2025) menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mengajar bagi para guru. Kegiatan ini merupakan upaya madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran di MTsN 4 Langkat.
 
 
Kepala MTsN 4 Langkat, Syafruddin, S.Pd.I, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu mengajar. “AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Kami berharap, melalui pelatihan ini, guru dapat mengintegrasikan AI dalam kegiatan belajar mengajar secara optimal,” ujarnya.
 
 
Sebagai narasumber, Ahmad Salman Farid, M.Sos adalah seorang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal yang juga merupakan ahli di bidang teknologi pendidikan memberikan materi tentang berbagai aplikasi AI yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seperti personalisasi pembelajaran, pembuatan materi ajar interaktif, dan pembuatan jurnal. Para guru juga diajak untuk praktik langsung menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.
 
 
Salah satu peserta pelatihan, Asmarani, S.Pd, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu bagaimana AI dapat membantu saya dalam membuat materi ajar yang lebih menarik dan interaktif. Saya juga jadi lebih paham bagaimana cara menganalisis data siswa untuk mengetahui kebutuhan belajar mereka. Terutama Fliki.ai yang dapat membuat video pembelajaran” katanya. Peserta lainnya juga mengungkapkan hal serupa, mereka merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan mereka tentang pemanfaatan AI dalam pendidikan.
 
 
 
Kegiatan pelatihan pemanfaatan AI dalam mengajar ini merupakan salah satu langkah konkret MTsN 4 Langkat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Pihak madrasah berharap, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *