MTsN Tebing Tinggi menggelar peringatan Isra Mikraj sekaligus penyambutan bulan suci Ramadan di lapangan madrasah, pada Rabu 26 Februari 2025. Acara ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Kepala Madrasah Muhammad Rum Sitorus, S.Ag, Kepala Tata Usaha, seluruh Wakil Kepala Madrasah (WKM), guru, pegawai, serta siswa MTsN Tebing Tinggi.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengingatkan kembali peristiwa penting perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Aulia Putri dan Miftahul Ulum, dua siswa berbakat dari MTsN Tebing Tinggi.
Kemudian, suasana semakin syahdu dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan merdu oleh Nauval Arafif Fahmi dari kelas 8.1. Setelah itu, Ketua Panitia, Tanjung Nasution, S.Pd., menyampaikan laporan terkait persiapan dan pelaksanaan acara.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN Tebing Tinggi, Muhammad Rum Sitorus, S.Ag, menegaskan pentingnya peringatan Isra Mikraj sebagai momen mempererat silaturahmi antara guru dan siswa. Selain itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan kesiapan dalam meningkatkan ibadah.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan lagu-lagu religi oleh grup Gita Madrasah. Fikri Adrian Amir (kelas 8.1), Nurul Qaulimah (kelas 8.6), dan Muhammad Haikal (kelas 7.5) membawakan lagu berjudul Isra Mikraj dan Ramadan, yang membuat para hadirin terhibur dan semakin menghayati makna acara.
Momen yang paling dinantikan adalah tausiah dari tiga penceramah, yaitu Ustaz Zain Munawar, S.H.I., M.H., Ustazah Hefni Julidar Daulay, S.Th.I., M.Ah., dan Ustaz Saiful Husairi Purba, S.Sy., M.H. Ustaz Zain menekankan pentingnya memperingati Isra Mikraj sebagai refleksi dalam meningkatkan kualitas ibadah, terutama salat.
Ustazah Hefni mengingatkan para siswa agar selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sementara itu, Ustaz Saiful menyampaikan bahwa Isra Mikraj adalah sejarah besar tentang perintah salat yang harus dijaga oleh setiap muslim.
Acara ditutup dengan doa bersama yang penuh kekhusyukan, diikuti dengan momen kebersamaan melalui makan bersama dan salam-salaman. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah kecintaan siswa terhadap sejarah Islam serta meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.(***)






