Optimalkan Evaluasi Pembelajaran, Guru Agama Katolik SD Rancang Soal UTS Genap

Pendidikan31 Dilihat
 
Dalam upaya meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, para guru Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Katolik Gugus Sumbul mengadakan kegiatan penyusunan kisi-kisi dan naskah soal Ujian Tengah Semester (UTS) Genap. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa soal yang disusun sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) serta mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka.
 
Kegiatan yang berlangsung di UPT SD Negeri Sukamari, Kecamatan Pegagan Hilir, ini dihadiri oleh para guru Agama Katolik dari berbagai sekolah dasar. Para peserta mendapatkan pendampingan dari Drs. Yohanes Keraf, selaku Pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar. Dalam arahannya, Yohanes menekankan pentingnya prinsip-prinsip penyusunan soal yang baik.
 
“Soal yang kita susun hendaknya valid, reliabel, dan berorientasi pada kompetensi peserta didik,” ujar Yohanes.
 
Dalam kegiatan ini, para guru Agama Katolik dipandu oleh pengawas dan pengurus KKG dalam menyusun kisi-kisi soal berdasarkan materi yang telah diajarkan selama setengah semester. Selain itu, mereka juga menyusun naskah soal yang mencakup aspek pengetahuan, pemahaman iman, serta penerapan ajaran Katolik dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini dilanjutkan dengan tahap review dan penyempurnaan soal agar sesuai dengan standar evaluasi pembelajaran.
Baca Juga: Tingkatkan Disiplin Serta Jiwa Korsa Anggota Pramuka, Piket Koramil 0201-10/MM Berikan Materi Baris Berbaris
 
Ketua KKG Gugus Sumbul, Petrus Sitinjak, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyusun soal ujian, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antar guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Katolik.
 
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa evaluasi pembelajaran berjalan dengan baik dan mampu mengukur pemahaman siswa secara adil serta sesuai dengan nilai-nilai Katolik yang diajarkan,” ujarnya.
 
Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat membantu guru dalam menyelenggarakan ujian yang berkualitas, bermakna, dan mampu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan ajaran Kristiani. Ke depannya, KKG Agama Katolik akan terus mengadakan pembinaan guna meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan instrumen evaluasi yang lebih baik.(***)  
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *