PAIS Kemenag Samosir – Jamaah Masjid Nurul Islam Tambun Sukkean Adakan Khataman Al-Qur’an

Agama32 Dilihat

matabangsa.com – Pangururan : Penyuluh Agama Islam non PNS (PAIS) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Samosir, Ustadz Muhammad Syakban, S.HI, MH pada hari Sabtu, 22 Maret 2025 bersama jajaran PAIS wilayah tugas Kecamatan Onan Runggu memimpin kegiatan Khataman Al-Qur’an bersama jamaah pada Masjid terindah di Pulau Samosir yaitu Masjid Nurul Islam Tambun Sukkean Kecamatan Onan Runggu.

Dalam keterangannya kepada penulis, ustadz Syakban dan jajaran PAIS selama bulan Ramadan 1446 H usai pelaksanaan tarawih, mengajak seluruh jamaah Masjid mulai dari orang tua, dewasa, remaja dan anak-anak untuk membaca kitab suci Al Qur’an secara bersama sama sampai selesai 30 juz, dan pada tadi malam acara puncak yaitu “Khataman Al-Qur’an.

Baca Juga: MTsN 3 Labura Serahkan Zakat Profesi ASN kepada Wali Murid

“Puncak kegiatan pada malam hari di masjid diawali dengan kegiatan berbuka puasa bersama dilakukan di pendopo masjid, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaan dipimpin ustadz Syakban dan diakhiri dengan mengadakan Qiamul Lail (shalat malam, seperti shalat tahajud, salat tarawih, dan salat witir) bersama-sama.” Kata Ustadz Syakban kepada penulis.

Selanjutnya, Syakban menceritakan bahwa seluruh jamaah pada masjid Nurul Islam terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dimotori para penyuluh agama Islam dari kantor Kemenag Kab. Samosir, hal ini salah satunya karena keberhasilan bersama dalam membaca kitab suci Al Qur’an sampai selesai 30 juz.

Penyuluh Agama dari Kemenag Kab. Samosir berharap melalui kegiatan yang melibatkan seluruh jamaah pada malam tadi, akan tertanamkan dengan baik dalam sanubari peserta yang hadir suatu sikap kecintaan kepada kitab suci Al-quran dan selanjutnya dijabarkan dalam perbuatan sehari-hari di keluarga, di tempat kerja dan juga di masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras bersama seluruh jamaah, maka diadakanlah kegiatan ‘balai’ yang merupakan suatu tradisi bagi masyarakat Tambun Sukkean setelah khataman. Kebiasaan ini ditandai dengan mengadakan acara makan nasi tumpeng bersama atau upa-upa sebagai bentuk rasa syukur. Nasi tumpeng biasanya diletakkan ditengah jamaah dan setelah acara selesai maka seluruh jamaah akan menikmati bersama sajian yang tersedia. (PCS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *