PAIS PPPK Kemenag Samosir Pimpin Remaja & Kaum Ibu Masjid Nurul Iman Sihotang Buka Puasa Bersama WBP

Agama23 Dilihat

matabangsa.com – Pangururan : Penyuluh Agama Islam (PAIS) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Samosir, Ustadz Riski Riko, SH, pada hari Jumat, 21 Maret 2025 memimpin kelompok binaan kaum remaja dan kaum ibu-ibu mengadakan kegiatan buka puasa bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pangururan.

Ustadz Riko menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi saudara-saudari umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di dalam LAPAS Pangururan. “Ramadan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan keimanan dan menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Riko.

Puncak acara semakin bermakna dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustazah Riko. Dengan penuh kelembutan, ia mengajak para peserta untuk senantiasa berbagi, memperbaiki diri, dan menjadikan Ramadan sebagai ajang memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Diakhir Pembelajaran Ramadan, MTsN 2 Labusel Laksanakan Khataman Al_Quran dan Doa Bersama

“Jadilah muslim yang sejati!, menjadi seorang muslim sejati, tidaklah cukup dengan ucapan, tidaklah cukup dengan klaim saja. Untuk menjadi muslim sejati, setidaknya seseorang harus memiliki tiga karakter.” Kata Ustadz Riko dalam tausyiahnya.

Selanjutnya, Ustadz Riko menjabarkan ketiga karakter tersebut, pertama adalah Al Yakin. Yakin, percaya dan mantap akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, dan agama Islam. Tiga hal ini merupakan materi utama yang akan ditanyakan oleh malaikat kepada kita di alam barzah nanti. Di antara sekian banyak masalah, hanya 3 ini saja yang akan ditanya oleh malaikat di alam barzah.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hangat dengan kebersamaan yang terjalin. Setelah doa bersama, hidangan berbuka puasa dinikmati dengan penuh rasa syukur. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah, menambah keberkahan dan kebersamaan di antara para hadirin. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud solidaritas dan dukungan moral bagi warga binaan, agar mereka tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan memperbaiki diri. (PCS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *