Pelanggan PLN ‘Menjerit’ Rekening Listrik Membengkak

Matabangsa18 Dilihat

DPRDSU Akan Panggil GM PLN Sumut

Matabangsa-Medan: Pelanggan PLN khususnya wilayah medan ‘menjerit’, karena disituasi sulit akibat pandemi covid-19, jumlah pembayaran rekening listrik pemakaian bulan Mei 2020 yang dikenakan ‘membengkak’ hingga Rp200.-an, sehingga masyarakat mengalami kesulitan.

Pelanggan PLN berdomisili di Medan Johor M. Razali saat membayar rekening listrik di loket pembayaran sangat terkejut saat petugas pembayaran menyebutkan angka rekening listrik yang dibebankan PLN begitu besar jumlah rekeningnya.

“Biasanya tiap bulan, rekening listrik yang saya bayar berkisar Rp400.- Rp500., tapi pembayaran bulan Juni ini jumlahnya sampai Rp750.. Dimana kesalahannya itu, sebab pemakaian tetap seperti biasa, tidak ada penambahan pemakaian,” tanya Razali kepada petugas Loket memberi jawaban pihaknya tidak tahu soal jumlah rekening yang dibebankan kepada pelanggan.

Demikian halnya seorang ibu saat membayar rekening listrik di salah satu mini market tidak hanya terkejut, tapi terpaksa menunda pembayaran rekening listriknya, karena dari perkiraannya rekening setiap bulan berkisar Rp600. untuk 3 bulan, tapi yang harus dibayar diluar dari perkiraannya mencapai Rp1.. lebih.

“Ditengah pendemi covid-19 saat ini, masyarakat sudah sangat menderita. Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga. Kondisi ekonomi sekaranh lagi sulit, karena penghasilan hubar habir, tapi PLN justru menambah kesulitan sengan membebankan rekening listrik membengkak,” ujar bu Maryamil.

Harusnya, katanya, PLN meringankan beban pelangga di masa sulit ini, meski tidak mendapatkan gratis atau pembayaran 50 persen, harusnya jangan dibengkakkan hingga hampir 100 persen penambahannya. “Kita semua sudah jatuh dilanda pandemi covid-19. Jangan mentang-mentang listrik kami 900-1300 mw, dianggap tidak butuh bantuan. Kami juga masih butuh bantuan, karena kondisi ekonomi sekarang benar-benar sulit,” ujarnya.

Menanggapi keluhan pelanggan tersebut, anggota Komisi D DPRD Sumut Rony Reynaldo Situmorang sangat prihatin terhadap kesulitan yang dialami pelanggan akibat jumlah rekening listriknya membengkak. “Harusnya pihak PLN benar-benar mengecek jumlah pemakaian secara langsung, jangan buat perkiraan, karena adanya larangan keluar rumah,” ujarnya.

Menurut politisi Partai NasDem ini, persoalan pembengkakan jumlah rekening listrik ini tidak bisa didiamkan. Komisi D DPRD Sumut yang kebetulan membawahi PLN akan memanggil GM (General Manager) PLN wilayah Sumut. “Dalam waktu dekat, komisi akan memanggil PLN, karena sudah dijadualkan,” ujar Rony.(das)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *