Penyuluh Agama Katolik Pimpin Ibadat Sabda di Lingkungan St. Yosef Lestari Selatan

Agama24 Dilihat

 

Lingkungan St. Yosef Lestari Selatan Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran melakukan ibadat. Ibadat Sabda ini dilakukan setiap sekali seminggu sebagai bentuk persekutuan. Umat Katolik tidak hanya merayakan Ekaristi (Misa) bersama sekali seminggu di Gereja tetapi juga melakukan ibadat bersama sebagai bentuk perayaan iman.

Pada ibadat ini, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjadi pemandu. Wawan memimpin ibadat dengan mengikuti tata yang berlaku dalam Gereja Katolik. Penekanan dalam ibadat di lingkungan yaitu penghayatan Sabda Tuhan dan perwujudan kasih.

Sabda Tuhan yang digunakan dalam ibadat sesuai dengan kalender liturgi Katolik. Dalam awal renungannya, Wawan menyampaikan, “Bapak, ibu, dan saudara/i yang terkasih. Pada saat ini, untuk menjadi viral, ada berbagai cara dilakukan oleh orang. Cara yang dilakukan bisa dengan positif bahkan ada dengan negatif. Mereka ingin viral supaya dikenal banyak orang. Namun, hal ini berbeda dengan Yesus. Ia memang memiliki popularitas yang tinggi tanpa harus mengatakan pada orang.”

Baca Juga: Penyuluh Agama Kristen Tapteng Ajak Pemuda Hutanabolon Tidak Khawatir, Tuhan Selalu Memberikan yang Terbaik

Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dinubuatkan oleh para nabi. Segala kualitas Mesias ada padaNya. Dia adalah Anak Allah yang terurapi, yang berbicara atas nama Allah, memberi pengajaran yang mencerahkan dan memberikan penghiburan yang sejati. Ia juga memiliki karunia untuk mengadakan aneka mukzizat, mulai dari penyembuhan orang sakit dan pengusiran terhadap roh-roh jahat. Seperti dikatakan penulis Surat Kepada Orang Ibrani, Ia sungguh Anak Allah, yang sudah ada bersama Allah sebelum turun ke dunia.

Penginjil Markus melukiskan bahwa roh-roh jahat saja tersungkur di hadapan Yesus sambil berkata, “Engkaulah Anak Allah!”. Peristiwa dan lukisan ini mengungkapkan bahwa roh-roh jahat itu sembah sujud di hadapan Yesus. Apalagi kita manusia yang punya otak, akal, pikiran, nurani dan kesadaran! Kiranya kita jauh lebih mulia dari roh-roh jahat itu.

Baca Juga: Sukacita Masyarakat Distrik Sinak Terima Sembako dari Pemerintah melalui Personel Satgas Yonif 751/VJS

“Sikap sujud bisa kita ungkapkan lewat kesediaan untuk mendengarkan dan merenungkan SabdaNya dan merayakan sakramen-sakramenNya di dalam hidup kita. Sikap sujud dan hormat itu pastilah akan menghantar kita kepada pengalaman akan diselamatkan dan disembuhkan, sehingga kita semakin menerima rahmat-rahmat yang lebih melimpah, hingga akhirnya mengenyam nikmat hidup surgawi,” ungkap Wawan dalam akhir renungannya. (AW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *