Penyuluh Katolik Pimpin Ibadat Pendalaman Aksi Puasa Pembangunan untuk Orang Muda Katolik

Agama61 Dilihat

matabangsa.com – Kisaran : Orang muda yang misioner berarti orang muda yang berani terlibat dalam misi Gereja, yang secara aktif menghidupi dan membagikan Kabar Gembira kepada semua orang baik melalui kata-kata maupun tindakan. Dalam terang iman, orang muda dipanggil untuk menjadi misionaris dalam menyebarkan nilai-nilai Injili dalam kehidupan sehari-hari: di lingkungan keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. memimpin ibadat pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP) untuk orang muda Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang, Kec. Pulau Rakyat pada Kamis, 06 Maret 2025. Wawan mengatakan, “Para kaum muda yang terkasih, hari ini kita mendalami tema APP kita yaitu Umat Katolik yang Bermisi. Tema tersebut akan kita renungkan dalam 5 sub tema. Pada pertemuan hari ini, kita akan mendalami sub tema pertama yaitu Orang Muda yang Misioner. Misioner artinya orang yang diutus atau yang menjadi utusan. Tugas ini kita peroleh dari Yesus sendiri seperti tertulis dalam Injil Matius 28:16-20.”

Baca Juga: Pembangunan Masa Ade Yasin yang Kini Jadi Tersangka Korupsi dan Diresmikan Sandiaga Uno, Eiger Adventure Land Disegel

Seperti Yesus yang diutus oleh Allah dan menjalankan misi-Nya dengan sepenuh hati, manusia pun dipanggil untuk meneruskan misi tersebut dalam hidup kita. Misi ini diteruskan kepada para rasul yang diutus untuk pergi ke seluruh dunia, mengajar, dan membaptis orang agar menjadi murid Kristus.

Sebagai generasi muda pengikut Kristus, kita punya tugas besara untuk menjalankan misi di dunia modern, baik melalui kata-kata maupun tindakan. Kita dipanggul untuk berani bersaksi tentang kebenaran di tengah masyarakat. Misi ini bukan hanya soal berbicara tentang iman, tetapi juga menunjukkan kasih Allah lewat tindakan nyata yang bisa berdampak positif di sekitar kita.

Baca Juga: Sehat Bersama Posbindu, Pantau, Cegah dan Kendalikan Penyakit

“Meski kadang menghadapi tantangan atau ragu untuk melanjutkan misi ini, kita harus ingat bahwa kita tidak sendiri – Tuhan berjanji akan selalu bersama kita sampai akhir zaman. Jadi, marilah kita menjadi misionaris masa kini yang berani, Tangguh, dan setia dalam menyebarkan kasih dan kebenaran Tuhan di mana pun kita berada,” jelas Wawan menutup renungannya. (AW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *