Penyuluh Agama Kristen dan Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara kembali melaksanakan tugas di wilayah kerja masing-masing. Berbagai kegiatan kepenyuluhan yang berhubungan langsung dengan masyarakat mulai dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan target kinerja Kementerian Agama dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Seperti pada hari ini, Selasa (25/02) Penyuluh Agama melakukan penyuluhan di Panti Rehabilitas Yayasan Yosep Jembatang Kasih Kecamatan Sitolu Ori.
Hendra Jani H. Girsang menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan berupa kunjungan, pelayanan dan berbagi kasih pada penghuni panti rehabilitas. Girsang yang bertugas membawakan materi penyuluhan dalam paparannya mengingatkan bahwa jarak terjauh yang tidak dapat ditempuh oleh penghuni Panti adalah masa lalu dan perjalanan yang masih bisa dirancang adalah masa depan. Karena itu, Girsang mengingatkan pada penghuni panti rehab lewat Firman Tuhan.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Binjai Tekankan Inovasi dan Kolaborasi dalam Sinkronisasi RPJMD 2025-2029
“Hiduplah dengan pimpinan Roh Kudus menata masa depan. Tak perlu menyesali masa lalu yang keliru, tapi lewat “sekolah” di tempat ini, kiranya terbangun pola hidup yang baru, yang mengandalkan tuntunan Tuhan,” pungkasnya.
Para penyuluh juga berhasil mengumpulkan pakaian layak pakai untuk diserahkan kepada penghuni pantai rehab. Di kesempatan penyuluhan hari ini, penyuluh yang diwakilikan oleh Murni Zebua menyerahkan beberapa potong pakaian rekondisi yang masih layak pakai dan diterima Ketua Kelas Panti Rehabilitasi Analisa Zebua. Meskipun bantuan tidak seberapa, para penyuluh berharap dapat meringankan beban yayasan untuk mencukupi keperluan para pasien di panti.
Pihak Yayasan Yosua Zega mengemukakan fakta yang mengejutkan, di mana banyak anak-anak sekolah (SMA/K) yang sudah mengkonsumsi narkoba. Salah seorang penghuni Panti, Robin (16 tahun) dari Lahewa yang baru berada di Panti selama 1 Minggu, Beliau berharap agar Kementerian Agama (Penyuluh), Dinas Pendidikan (Guru) dan Rohaniawan lebih intens melakukan penyuluhan di sekolah dan keluarga untuk memerangi bahaya NAPZA tersebut.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Binjai Apresiasi Baznas dalam Penyaluran Zakat kepada Kaum Mustahik
Selain itu, beliau juga berpesan, kiranya Penyuluh dapat membuka ruang konseling bagi keluarga, agar mereka tidak menjadikan korban (anak, isteri, suami) sebagai aib keluarga. Agar program rehabilitasi berjalan tuntas, diharapkan keluarga juga mau berkunjung dan memberi dukungan moril maupun materi, agar korban segera pulih. Dalam hal inilah, Penyuluh kiranya dapat menjembatani keluarga dengan pihak korban, pintanya.






